Anak Hiperaktif: Pengertian, Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasi

Anak Hiperaktif

Anak Hiperaktif – Saat anak aktif, adalah hal yang baik karena menandakan perkembangannya baik dan juga menandakan bahwa dirinya sehat. Akan tetapi, kerapkali keaktifan anak bisa muncul secara berlebihan yang berdampak pada orang tua menjadi jengkel atau menimbulkan gangguan pada lingkungan sekitar.

Saat kondisi seperti ini, orang tua mungkin akan merasa khawatir dan was-was apakah anak mereka mengalami hiperaktif ataukah tidak. Kekhawatiran yang lain, orang tua mungkin khawatir anak yang hiperaktif apakah mengidap ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorser) atau bukan.

Sebelum khawatir secara berlebihan sebaiknya orang tua menyimak penjelasan berikut mengenai anak jenis ini.

Lantas sebenarnya apa itu maksudnya?

 

Pengertian Anak Hiperaktif

Maksudnya adalah anak yang memiliki keaktifan berlebihan dan keaktifannya jauh dari anak-anak normal pada umumnya. Keaktifan pada anak jenis ini bisa mengganggu kinerjanya di sekolah, perilakunya di rumah serta bagaimana hubungan sosialnya dengan sekitar maupun dengan teman-temannya.

Akan tetapi perlu diingat, keaktifan si kecil seringkali bukan karena kelainan. Bisa saja itu sekedar ekspresi atas sesuatu yang mengganggunya. Semisal, anak yang diajak ke mall, ia menjadi begitu bertingkah karena ternyata ia bosan menunggu orang tuanya belanja.

 

Ciri Anak Hiperaktif

Agar tidak salah, orang tua perlu membedakan apakah anaknya mengalami hiperaktif yang memerlukan penanganan atau tidak, maka orang tua perlu mengetahui tanda-tanda anak yang hiperaktif.

Adapun tanda anak yang hiperaktif tersebut yakni:

  • Tak bisa tetap diam saat situasi seharusnya tenang
  • Selalu gelisah dan berusaha menyentuh atau mengetuk apapun di dekatnya
  • Berlarian dan memanjat secara over
  • Tak berhenti bicara
  • Mudah terdistraksi
  • Tak bisa konsentrasi dan fokus
  • Susah ikut aturan
  • Tak mudah lelah

 

pengertian anak hiperaktif

 

Berbagai Penyebab Anak Hiperaktif

Terdapat sejumlah penyebab seorang anak menjadi hiperaktif. Berikut ini sejumlah penyebab dari hiperaktifnya seorang anak:

1. ADHD

Ciri seorang anak yang ADHD memang adalah hiperaktif. Akan tetapi ada sejumlah hal yang membedakannya dengan hiperaktif yang lain. Anak dengan ADHD biasanya tak hanya sekedar hiperaktif, namun ia juga cenderung impulsif.

Mereka biasanya kesulitan menunda dorongan dalam mengatakan maupun melakukan sesuatu. Anak ADHD juga mengalami kesulitan dalam memproses informasi, mengatur emosi dan mengatur kendali kognitif.

2. Gangguan Kecemasan

Hal ini terjadi saat si kecil begitu mengalami ketakutan yang kemudian berubah menjadi sebuah kecemasan. Saat si kecil mengalami cemas, makai a akan gelisah, tidak fokus dan panik.

Seringkali perasaan ini akan disertai dengan nyeri dada, detak jantung tak teratur serta banjir keringat.

Anak yang cemas ia kemudian akan cenderung banyak bergerak sehingga ia akan terlihat hiperaktif.

3. Hipertiroid

Meskipun gangguan tiroid umumnya muncul pada mereka yang berusia dewasa,, namun ternyata hipertiroid juga bisa terjadi pada anak di bawah 5 tahun.

Hipertiroid bisa muncul disebabkan karena adanya hormon tiroksin yang diproduksi berlebihan.

Penyebab terbesar hipertiroid pada anak adalah penyakit grave. Grave adalah gangguan autoimun yang menyerang pada tubuh. Sejumlah tanda dari hipertiroid yakni pembesaran kelenjar tiroid, penonjolan bola mata dan pembengkakan sekitar betis.

3. Gangguan Telinga Dalam

Gangguan yang ada pada telinga bagian dalam juga bisa menjadi pemicu seorang anak menjadi hiperaktif.

Hal ini karena gangguan telinga dalam bisa menyebabkan perubahan molecular pada otak yang berdampak pada perilakunya. Perlu diketahui di bagian dalam telinga terdiri dari dua struktur yakni koklea dan system vestibular yang sangat penting untuk keseimbangan.

Apabila ini rusak, maka bisa muncul abnormalitas pada otak tengah yang mengontrol Gerakan.

4. Masalah Sensorik

Gangguan pada masalah sensorik bisa muncul akibat sensor mengirimkan pesan yang salah. Permasalahan sensorik ini terbagi atas hipersensitivitas, dan hiposensitivitas.

Mereka yang hipersensitiv akan menganggap segala sesuatu terlalu mengganggunya. Sedangkan hiposensitiv adalah kebalikannya.

Keduanya sama-sama bisa menyebabkan anak menjadi hipersensitif.

 

 

Baca juga: Penerbit Buku Anak Jogja Berkualitas

 

Mengatasi Anak Hiperaktif

Menghadapi anak yang hiperaktif, orang tua bisa melakukan sejumlah cara. Adapun cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi ini adalah sebagai berikut:

1. Tetapkan Aturan yang Jelas

Pada anak yang hiperaktif, orang tua harus membuat aturan-aturan yang jelas. Hal ini penting untuk mendidik buah hati menjadi terarah. Adapun aturan sebaiknya berupa aturan yang tidak bisa longgar, karena pada anak yang hiperaktif mereka cenderung lebih aktif.

2. Tak Semua Bisa Dipermaasalahkan

Orang tua perlu menyadari, anak yang hiperaktif bukanlah atas keinginannya sendiri. Sehingga sebenarnya anak jenis ini bukanlah anak nakal.

Karena itulah orang tua sebaiknya tidak menjadikan segala sesuatu yang diperbuat anak sebagai masalah. Pilihlah secara bijak apa saja yang perlu diributkan, dan mana yang bisa dibiarkan.

Sekali-kali orang tua perlu membiarkan tingkah si kecil ini asalkan tak berlebihan dan melanggar batasan.

3. Instruksi Singkat

Anak-anak jenis ini umumnya cenderung memiliki kesulitan dalam mengingat dan mengikuti instruksi yang terlalu panjang dan rumit.

Karena itulah gunakan instruksi yang singkat kepada si kecil dan tidak bertele-tele. Selain itu jika meminta si kecil melakukan sesuatu juga jangan langsung memberondongnya dengan instruksi yang banyak. Namun lakukan secara bertahap.

4. Jauhkan Distraksi

Saat orang tua dihadapkan dengan anak jenis ini, mungkin mereka akan kerepotan saat memberikan pembelajaran pada anak. Karena itulah orang tua sebaiknya membantu si anak untuk jauh dari distraksi agar perhatiannya lebih fokus saat si kecil tengah belajar.

Ajaklah si kecil belajar di tempat yang tenang namun luas agar ia bebas bergerak namun tetap bisa berkonsentrasi.

5. Jangan Buru-buru Memberi Obat

Obat adalah racun bagi tubuh, karena itulah sebagai orang tua sebaiknya jangan tergesa memberikan si kecil obat. Walaupun obat tertentu bisa membantu menenangkan si kecil.

Konsultasikan penggunaan obat pada dokter terlebih dahulu untuk memastikan apakah anak memang memerlukannya atau tidak.

Artikel Rekomendasi

Tinggalkan Balasan