Bayi Susah Tidur: Bagaimana Cara Mengatasinya? Ini Tips Pentingnya!

bayi susah tidur

Bayi Susah Tidur – Waktu tidur penting bagi bayi. Sejumlah manfaat saat ia terlelap di antaranya adalah perkembangan otak, Kesehatan fisik juga penting untuk menjaga hubungannya dengan orang-orang yang ada di sekitar.

Ketika bayi kurang tidur maka itu bisa mengganggu perkembangannya. Juga bisa mempengaruhi perkembangan mentalnya.

Karena itulah penting bagi orang tua mengetahui penyebab saat bayi kurang tidur dan berupaya untuk mengatasinya.

 

Pentingnya Tidur untuk Bayi

Waktu tidur bagi bayi menjadi penting karena waktu tumbuh bayi lebih singkat dibandingkan dengan orang dewasa. Pertumbuhannya akan terjadi ketia ia ada dalam masa tidur.

Di bawah ini waktu tidur bagi bayi berdasarkan usianya:

 

Bayi Usia 0-3 Bulan

Saat bayi berusia 0-3 bulan, normalnya ia akan terlelap selama 10 hingga 18 jam sehari dengan jadwal tidur yang tidak teratur.

Umumnya ia akan bangun sekitar satu hingga tiga jam kemudian ia akan tertidur lagi. Adapun dirinya terbangun hanya karena merasa lapar, ganti popok atau sekedar ingin diperhatikan.

Pada masa ini mereka mengalami fase REM yakni rapid eye movement di mana mereka menggerakkan mata cepat dan waktu tidurnya sangat mudah terganggu.

Fase REM ini penting bagi bayi karena perkembangan otaknya terjadi saat proses tidur tersebut.

 

Bayi Usia 4-11 Bulan

Pada usia ini, waktu normal tidur bayi adalah sekitar 9-12 jam dengan waktu tidur yang mulai teratur biasanya dua kali waktu tidur siang.

Ketika usia ini bayi mulai mengembangkan ketrampilan sosial dan otaknya mulai menjadi waspada dengan situasi sosial di sekitarnya.

Mereka juga akan memiliki pola istirahat yang baik dan ini penting untuk perkembangan emosionalnya.

 

Batita Usia 1-2 Tahun

Saat usia batita, normalnya bayi akan memiliki waktu tidur sekitar 11-14 jam dalam sehari dan waktu tidur siang berkurang menjadi satu kali sehari.

Usia ini adalah masa bagi anak untuk berlatih berbagai ketrampilan motorik, kognitif, sosial dan belajar mandiri.

Anak akan mudah rewel pada usia ini karena kerapkali mereka terlalu bersemangat mempelajari hal-hal baru yang membuatnya menolak terlelap.

Penting bagi orang tua menjaga pola tidur si kecil pada usia ini demi menjaga aktivitas si buah hati.

 

mengatasi bayi susah tidur

 

Dampak Kurang Tidur

Lantas apa saja dampak kurang tidur bagi anak? Ada sejumlah dampak kurang tidur bagi si kecil. Sejumlah dampak tersebut yakni:

1. Bermasalah dengan Perilaku

Saat seseorang kurang istirahat maka mereka akan memiliki masalah pada perilakunya sehingga kerap kali mereka memiliki mood yang buruk.

Perubahan mood ini bisa berakibat si kecil menjadi mudah rewel dan sangat susah untuk ditenangkan.

2. Pertumbuhan Kecerdasan

Tidur sangat penting bagi perkembangan si buah hati. Ketika mereka susah tidur maka hal ini bisa mempengaruhi perkembangan kecerdasannya.

Bayi yang memiliki waktu tidur yang baik biasanya akan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menyerap informasi, mempelajari sesuatu dan belatih ketrampilan dengan cepat.

3. Masalah Kesehatan

Saat seseorang kurang istirahat maka ia akan memiliki masalah pada kesehatannya. Hal ini termasuk yang terjadi pada bayi. Tidur memiliki manfaat untuk membantu bayi menjaga kesehatannya.

Karena dengan tidur bayi jadi bisa mengisi ulang tenaganya yang akan mereka gunakan seharian.

Karena bayi belum bisa memakai banyak tenaga maka ia masih membutuhkan waktu istirahat untuk mengembalikan energinya.

Ketika ia terlelap hal ini akan membuat system kekebalan si kecil akan menurun. Jika ini terjadi maka si kecil daya tahan tubuhnya juga akan menurun. Hal ini berisiko menimbulkan bahaya pada kesehatannya dan membuatnya mudah memiliki penyakit serta mengalami pertumbuhan yang tergannggu.

Kesulitan tidur malam juga akan menyebabkan si kecil mengalami obesitas. Hal ini karena kurangnya leptin dan meningkatnya ghrelin sehingga bayi akan lebih sering mengalami lapar dan meminum ASI lebih banyak dari biasanya.

 

Baca juga: Penerbit Buku Anak Jogja Tersukses di Indonesia

 

Penyebab Kurang Tidur

Untuk mengatasi kurang tidur pada bayi, tentunya orang tua harus tahu dulu apa yang menyebabkan si kecil memiliki waktu tidur yang kurang.

Adapun sejumlah penyebab kurangnya waktu tidur pada bayi di antaranya:

1. Rutinitas Tidur yang Tidak Teratur

Terkait dengan waktu tidur, ada baiknya orang tua mengatur agar si kecil memiliki waktu tidur yang sama agar ia memiliki jam biologis yang teratur.

Jangan mencoba menidurkan si kecil terlalu awal ketika ia tidak lelah. Atau justru terlalu malam saat si kecil merasa sudah sangat lelah.

Hal semacam ini akan menyebabkan si kecil susah tidur malam dan membuatnya rewel.

Penelitian juga menunjukkan bahwa mengatur jarak waktu tidur siang dan malam juga akan memberikan dampak pada kualitas lelap buah hati.

2. Lapar dan Haus

Saat bayi merasa lapar maka ini bisa mengganggu waktu tidurnya. Perlu diingat bayi bisa saja merasa lapar kembali meskipun sebelum tidur ia sudah diberi ASI maupun susu formula.

Sesuatu yang normal ketika dalam masa pertumbuhan si kecil menjadi sering merasa lapar. Umumnya ini akan terjadi pada usia di bawah sembilan bulan.

Karena itu orang tua bisa menyiapkan susu ekstra untuk si kecil. Selain itu orang tua bisa menambah asupan makan dan minumnya agar ASI juga lancar dan si kecil terpenuhi kebutuhan ASInya.

3. Ingin Dekat dengan Orang Tua

Saat bayi berusia 6-8 bulan mereka biasanya akan mengalami masa malam menangis dan menolak kembali tertidur.

Saat demikian cobalah untuk memberikan perhatian lebih. Hal ini karena semakin orang tua memberikan perhatian yang lebih seperti menimang atau mengelus punggungnya dengan penuh kasih sayang maka bayi akan lebih mudah terlelap.

Atau saat ia terbangun di malam hari dan mulai menangis maka orang tua bisa menemaninya sejenak di ruangannya hingga ia tenang kembali.

4. Terlalu Lelah

Saat bayi terlalu lelah biasanya mereka akan kesulitan tertidur. Hal ini sebagaimana yang dialami orang dewasa.

Pada bayi saat mereka merasa lelah mereka akan mudah merengek karena kesulitan menyampaikan apa yang mereka rasakan.

Karena terus merengek dan sering terbangun ini maka ia menjadi kurang tidur. Karena itulah ingat kembali aktivitas apa saja yang membuat si kecil terlalu lelah

Artikel Rekomendasi

Tinggalkan Balasan