8+1 Cara Memilih Penerbit untuk Naskah Buku Anak

Cara Memilih Penerbit Buku Anak

Cara Memilih Penerbit – Jika ingin menerbitkan buku anak, hal yang dipikirkan setelah menulis adalah mencari penerbit. Mencari penerbit yang bersedia menerbikan buku kita adalah hal yang gampang-gampang susah. Bagi yang sudah menulis beberapa kali, mungkin lebih mudah karena telah memiliki nama dan dikenal. Tapi, untuk pemula, cukup sulit untuk mengawalinya.

Bagi Anda yang ingin membuat buku anak, mungkin bertanya-tanya mengenai cara memilih penerbit buku anak. Berikut ini beberapa tips yang bisa diterapkan dalam memilih penerbit buku anak:

 

1. Kumpulkan Nama Penerbit

Sebelum mengirimkan naskah, ada baiknya Anda mencari tahu dulu kira-kira penerbit mana saja yang dapat menerima naskah buku anak Anda.

Setiap penerbit umumnya memiliki kecenderungan genre buku tertentu yang bisa diterbitkan. Sebagus apa pun karya Anda apabila tak sesuai dengan genre penerbit ujungnya tentu ditolak.

Jika buku yang ingin diterbitkan adalah buku anak, maka kumpulkan saja dulu nama-nama penerbit yang memang menerima buku anak, beserta kontaknya.

 

2. Cari Tahu Lebih Dalam

Jika seluruh nama penerbit sudah tersedia maka selanjutnya adalah mencari tahu lebih dalam mengenai penerbit tersebut.

Beberapa hal yang perlu diketahui diantaranya: apakah penerbit sedang membutuhkan naskah buku anak sebagaimana yang kita buat. Selain itu cari tahu pula hal-hal berkaitan dengan kondisi perusahaan penerbit.

Ini penting, karena sebagai penulis kita berharap perusahaan yang menerbitkan buku kita tidak sedang dalam kondisi akan tutup. Selain itu, kondisi perusahaan yang baik tentunya lebih berpeluang memberikan royalti yang baik pada karya kita.

Untuk mencari tahu lebih banyak tentang penerbit bisa dilakukan dengan follow media sosial penerbit atau mencari pemberitaan mengenai kasus penerbit yang mungkin ada.

 

3. Bergabung dengan Komunitas

Bergabung dengan komunitas sesama penulis buku anak akan membantu kita mendapatkan informasi mengenai penerbit.

Kita bisa bertanya pada jaringan orang-orang dalam komunitas itu.  Selain itu, manfaat yang lain kita bisa mendapatkan informasi apabila penerbit membuka penerimaan naskah.

Komunitas bisa pula jadi teman diskusi mengenai penerbit apa yang sebaiknya kita pilih juga royalti pembayaran penerbit seperti apa.

komunitas menulis buku

 

4. Jangan Hanya Berfokus pada Penerbit Besar

Memiliki keinginan menerbitkan buku pada penerbit besar adalah dambaan bagi setiap penulis. Namun, jangan hanya berfokus pada yang besar saja.

Siapa tahu nantinya penerbit besar justru mengabaikan Anda jika nantinya ada masalah terkait buku yang diterbitkan. Hal ini bisa saja terjadi karena penerbit tersebut terlalu banyak mengurusi hal lain sehingga tidak fokus kepada Anda.

Selain itu, dari penerbit yang tidak terlalu besar, justru Anda dapat menjalin kerjasama yang baik terhadap pemasaran.

 

5. Pastikan Mencari Penerbit yang Bisa Dipercaya

Saat akan menerbitkan naskah mencari tahu tetang kredibilitas dan akuntabilitaas penerbit yang akan  menerbitkan naskah kita adalah hal yang penting.

Kita bisa mencari tahu dari para senior yang pernah bekerja sama dengan penerbit itu apakah mereka pernah bermasalah.

Yang perlu diketahui biasanya penerbit yang kredibel dan akuntabel akan memberikan kebebasan kepada penulis untuk mengetahui tingkat penjualan bukunya.

 

6. Jangan Kirim Soft Copy

Ada baiknya Anda tidak mengiriman soft copy ketika mengirim naskah. Hal ini karena soft copy akan mudah untuk diplagiat.

Berikan saja had copy atau cetakan yang dijilid untuk dikoreksi editor. Umumnya penerbit tak berani untuk menerima soft copy dan memilih hard copy.

Hal itu karena berbahaya buat mereka apabila mereka terbukti menerbitkan buku tanpa seizin penulis karena nantinya dapat dituntut.

 

7. Bersikaplah Tegas

Perlu diingat, jika nantinya penerbit berbelit-belit saat ditanya dengan nasib buku penulis maka sebaiknya penulis tegas untuk mencabut naskahnya.

Hal semacam ini umumnya dialami oleh para penulis pemula karena hawatir naskahnya tidak diterima.

Ingatlah tak perlu takut untuk mencabut naskah. Akan ada banyak penerbit yang bersedia menerbitkan naskah kita di luaran sana.

Yang paling penting pastikan kembali memang tulisan kita layak untuk terbit.

 

8. Pilih Penerbit yang Tergabung dalam IKAPI

Saat akan memilih penerbit ada baiknya Anda mengetahui penerbit tersebut apakah tergabung sebagai anggota IKAPI atau bukan.

Umumnya penerbit anggota IKAPI lebih terpercaya, diakui, sah secara nasional, dan resmi.

Hal ini karena mereka cenderung memiliki kredibilitas dan akuntabilitas yang tinggi dalam pengelolaan bisnis pernerbitan.

Meskipun tidak semua, akan tetapi pihak penerbit buku anggota IKAPI umumnya lebih populer dan bisa membantu Anda untuk lebih gencar dalam hal promosi.

Penerbit seperti itu juga seringkali turut serta dalam berbagai macam pameran buku yang diselenggarakan oleh IKAPI.

Salah satu penerbit buku Anak rekomendasi kami adalah Charissa. Selain memenuhi unsur-unsur di atas, Penerbit Buku Charissa juga sangat peduli dengan dunia literasi anak dan memiliki visi yang bagus dalam menghadirkan produk berkualitas untuk anak.

 

9. Stabilkan Diri dalam Berkarya

Saat naskah kita berhasil terbit untuk pertama kalinya, teruslah semangat untuk menulis. Stabil dalam berkarya membuat buku kita lebih dikenal.

Hikmahnya, kita lebih mudah memillih penerbit karena telah memiliki portofolio sebelumnya.

Bahkan bisa jadi, kita tak lagi bingung ajukan naskah ke sana kemari. Justru giliran penerbit yang meminang tulisan kita.

 

***

 

Demikian pembahasan mengenai cara memilih penerbit buku anak. Untuk pembahasan lebih jauh, simak pembahasan mengenai Penerbit Buku Anak berkualitas di Indonesia. Anda akan mendapatkan gambaran lebih lengkap mengenai dunia penerbitan buku anak.

Artikel Rekomendasi

Tinggalkan Balasan