10 Cara Menangani Anak Tantrum: Penting Buat Ortu, Nih!

cara menangani anak tantrum

Cara Menangani Anak Tantrum – Tantrum adalah luapan kemarahan si kecil yang ditandai dengan aksi keras kepala menangis, menjerit hingga terkadang memicu si kecil untuk melakukan kekerasan.

Saat mengalami tantrum, anak akan bertindak agresif saat itulah tingkahnya menjadi sangat menyebalkan untuk orang tua maupun orang-orang sekitar.

Namun harus diingat, tantrum adalah fase yang memang harus dilalui si kecil. Umumnya tantrum terjadi saat si kecil berusia 12 hingga 18 bulan. Tantrum mencapai puncaknya saat anak berusia 2 tahun.

 

Bagaimana Cara Menangani Anak Tantrum?

Orang tua harus pandai-pandai bersikap saat si kecil tantrum agar tidak semakin berkepanjangan ataau menimbulkan efek yang tidak diinginkan.

Menangani tantrum pada anak merupakan seni tersendiri dalam mendidik anak. Untuk orang tua yang saat ini sedang bingung menghadapi anaknya yang tantrum, berikut ini ada sejumlah cara untuk menangani anak tantrum di antaranya:

1. Bersikap Tenang

Saat anak sedang kehilangan kendali akibat tantrumnya muncul Orang tua harus bersikap tenang jangan ikutan terbawa emosi.

Saat anak sedang tantrum, cobalah untuk membawa si kecil menjauh dari keramaian.

Selain itu, jauhkan dari benda-benda berbahaya yang mungkin ada di sekitarnya.

2. Bersabar

Orang tua harus ekstra sabar saat anak mengalami tantrum. Jangan membentaknya saat kondisi demikian. Membentak si kecil justru bisa membuatnya semakin tak terkendali.

3. Jangan Dipukul

Memukul anak bukanlah cara mendidik yang baik termasuk saat ia sedang tantrum. Cobalah orang tua mengendalikan dirinya agar tidak memukul karena ini juga bisa membuatnya semakin parah. Sama seperti sebelumnya Orang tua harus bersabar.

 

Baca juga: Mengenal dan Mengatasi Anak Tantrum

 

4. Tak Perlu Banyak Bicara

Saat anak sedang tantrum, mereka cenderung tidak mendengarkan dengan baik. Karena itulah orang tua sebaiknya tidak terlalu memberikan penjelasan yang banyak.

Hal ini karena penjelasan yang terlalu banyak justru membuat si kecil tantrum semakin lama. Jika ingin memberikan nasehat maka lakukanlah saat si kecil tenang di lain waktu.

5. Tunjukkan Kasih Sayang

Walaupun sedang tantrum Orang tua harus menunjukkan kasih sayangnya. Caranya adalah bersikap respect dan tidak marah. Hal ini, juga sekaligus memberikan contoh kepadanya cara menghormati orang lain.

Selain itu tunjukkan bahwa orang tua berperilaku lembuh dengan memberikan sentuhan untuk menenangkannya.

6. Alihkan Perhatian

Begitu melihat si kecil akan rewel orang tuanya sebaiknya lekas mengalihkan perhatian sikecil dengan sesuatu yang baru dan menarik.

Sebagai contoh adalah berikan mainan kesukaannya atau ajak dia ke tempat yang lain sebelum tantrumnya meledak.

 

anak tantrum bandel

 

7. Berbicara Empat Mata

Setelah anak selesai tantrum orang tua bisa mengajak si kecil berbicara Empat Mata. Cobalah untuk membicarakan efek si kecil ketika emosi meledak-ledak.

Contoh, membuat barang-barang menjadi rusak, membuat malu karena dilihat orang banyak, serta menunjukkan itu tidak menyelesaikan masalah.

Orang tua juga bisa memberikan contoh bagaimana si kecil mengendalikan emosi sebaiknya.

8. Memberikan Apresiasi

Memberikan apresiasi juga bisa membantu menangani si kecil agar tidak tantrum di lain waktu.

Ini karena apresiasi adalah bentuk perhatian orang tua terhadap anaknya. Saat diberikan apresiasi si kecil akan belajar menghargai dan juga meningkatkan rasa senang pada dirinya.

Ketika mood-nya baik maka tantrum akan semakin bisa dihindari.

9. Hindarkan Gadget

Anak yang Ketergantungan dengan gadget cenderung menjadi lambat dalam perkembangannya. Akibatnya dia kesulitan untuk berbicara yang berdampak pada kesulitan berekspresi. Jika Ia sulit untuk berekspresi maka potensi untuk menjadi tantrum semakin besar.

Dengan menghindarkan si kecil dari gadget orang tua juga memiliki lebih banyak waktu untuk mendekatkan dirinya dengan si kecil. Ini akan membuat si kecil diperhatikan sehingga si kecil semakin kecil kemungkinannya untuk tantrum.

10. Teraturkan Jam Tidurnya

Anak yang tantrum salah satunya bisa disebabkan karena ia kekurangan waktu tidur. Waktu tidur anak berbeda dengan orang dewasa. Si kecil butuh waktu tidur yang lebih panjang.

Waktu tidur penting untuk perkembangan otaknya. Jika otaknya berkembang dengan baik maka tantrum semakin bisa dihindari.

Karenanya aturlah jam tidur si kecil sesuai dengan kebutuhannya. Jangan ajak si kecil bermain ketika waktu tidurnya.

 

Baca juga: Penerbit Buku Anak Jogja Terbaik dan Terkaya

 

Mengenal Jenis Tantrum

Tantrum terbagi menjadi dua jenis yakni:

1. Tantrum Manipulatif

Tantrum ini muncul ketika keinginan anak tidak terpenuhi. Biasanya Ia akan melakukan tantrum yang dibuat-buat.

Saat kondisi demikian ada baiknya orangtua mengabaikannya. Hal ini, karena si kecil bisa jadi terbiasa. Ketika keinginannya tidak terpenuhi maka ia akan bersikap tantrum manipulatif.

Orangtua juga harus tetap sabar dan sebisa mungkin tetap jauhkan anak-anak dari benda-benda berbahaya.

2. Tantrum Frustasi

Kondisi tantrum frustasi biasanya muncul akibat si kecil belum bisa mengekspresikan dirinya dengan baik.

Selain itu kondisi kelelahan, kelaparan, gagal melakukan sesuatu juga bisa memicu tantrum frustasi.

Saat anak mengalami tantrum frustasi, orang tua bisa berupaya untuk menenangkannya dan membantu si kecil melakukan hal yang tidak bisa dilakukannya.

Setelah si kecil tenang orang tua bisa menjelaskan akibat perilaku yang dilakukannya saat tantrum. Selain itu, berikan penjelasan mengenai cara yang sebaiknya dilakukan jika tidak bisa melakukan sesuatu misalnya dengan meminta tolong.

Artikel Rekomendasi

Tinggalkan Balasan