Cara Mengatasi Anak Nakal: Penting untuk Orang Tua, Nih!

cara mengatasi anak nakal

Cara Mengatasi Anak Nakal – Banyak orang tua yang berpikir bahwa anak yang sulit untuk diatur adalah anak yang nakal. Hingga mereka selalu mengecap anak yang sedikit berulah sebagai anak nakal.

Namun orang tua musti tahu bahwa bisa jadi si kecil yang melakukan aksi demikian sebenarnya hanya karena ia tak bisa menyampaikan perasaan maupun pikirannya.

Kenakalan sebenarnya memiliki dua arti yakni kreatif dan bahaya. Bagi mereka yang kreatif umumnya dicirikan dengan si kecil yang banyak akal yang ketika ia diberikan masukan dirinya akan membangkang dan melawan aturan kedua orangtuanya.

Adapun jenis yang bahaya yakni yang sesuai dengan pengertian dalam UU Nomor 3 tahun 1997 pasal 1 nomor 2 di mana anak melakukan perbuatan yang dinyatakan terlarang baik menurut undang-undang maupun aturan hidup lain dalam bermasyarakat.

Jika yang terjadi yang kedua maka orang tua perlu ekstra berupaya untuk mengarahkan si kecil agar bersikap lebih baik.

 

Penyebab Anak Nakal

Ada sejumlah penyebab yang membuat seorang anak menjadi nakal. Guna mengatasi anak yang nakal, maka orang tua perlu mencari tahu dulu mengenai penyebab mengapa anak nakal. Adapun sejumlah penyebab itu di antaranya:

1. Cari Perhatian

Saat orang tua tengah mengobrol dengan orang lain, sibuk dengan gadget atau mungkin tengah melakukan suatu pekerjaan, si kecil mungkin akan mengamuk, merengek atau melakukan berbagai hal yang ‘menjengkelkan’.

Kondisi ini bisa jadi sebenarnya hanya karena si kecil ingin mendapatkan perhatian yang lebih. Untuk mengatasi ini, orang tua bisa lekas-lekas merespon si kecil dengan memberikannya perhatian penuh. Hal ini supaya ia tahu bahwa Anda masih memperhatikannya.

Cobalah untuk memuji sikap baiknya, sehingga ia akan tahu bahwa Anda sangat menyukai waktu ia melakukan sebuah kebaikan sehingga memotivasinya untuk selalu bersikap baik.

2. Menirukan Orang Lain

Bisa jadi si kecil nakal akibat ia menirukan orang lain dengan kemungkinan melihat temannya melakukan hal serupa atau mungkin ia melihat tayangan yang ada di sebuah film.

Dengan demikian penting bagi orang tua untuk membatasi asupan-asupan buruk dari lingkungan sekitar si kecil. Orang tua harus melihat lingkup pertemanan si kecil, apa saja yang ia tonton ataupun ia mainkan di game dan dilihatnya di internet.

Jika menemukan hal-hal yang sekiranya tak baik, maka cobalah untuk mengarahkannya.

3. Mengetes

Ada kalanya ketika orang tua membuat sebuah peraturan si kecil ingin mengetes seberapa serius orang tuanya terhadap aturan itu dan bagaimana konsekuensi hukuman yang akan ia dapat.

Karena itulah orang tua harus konsisten terhadap hukuman yang akan mereka berikan kepada anak karena jika tidak serius maka si kecil berpotensi mengulangi kenakalannya lagi.

4. Kurang Keterampilan Berkomunikasi

Adapun masalah lain yang bisa saja timbul dari buah hati yang cenderung nakal adalah anak-anak memiliki ketrampilan yang kurang dalam berkomunikasi

Jika ini yang terjadi maka ia berpotensi tak bisa mengendalikan amarahnya dengan baik dan bahkan memukul kawannya ketika ingin meminjam mainan.

 

Baca juga: Penerbit Buku Anak Jogja Terbaik dan Terbesar

 

Si kecil mungkin juga akan marah atau menolak saat diminta membereskan mainannya saat ia mendapati kotak mainannya sudah penuh dan tak muat lagi.

Jika hal-hal semacam ini terjadi maka penting bagi orang tua untuk mengajarkan padanya cara meminjam yang baik atau mengajarinya cara menyimpan mainan supaya bisa rapi.

5. Ingin Bebas

Orang tua yang terlalu mengekang anaknya bisa jadi si anak akan menjadi pemberontak karena dirinya ingin bebas.

Atau kala lain pada kasus anak remaja, umumnya anak-anak remaja menjadi pemberontak karena ia merasa sudah bisa berpikir sendiri yang berakibat ia ingin menunjukkan pada sekitarnya ia tidak suka dipaksa melakukan hal-hal yang tidak ingin ia lakukan.

Yang perlu dilakukan orang tua jika menghadapi anak remaja semacam ini adalah memberikan anak kebebasan namun harus sesuai usianya.

Serta upayakan menjelaskan kepada mereka alasan adanya larangan yang diciptakan orang tua. Serta menjelaskan sebab-akibat sebuah perilaku.

 

anak nakal

 

Cara Mengatasi Anak Nakal

Lantas, bagaimana cara mengatasi anak nakal? Berikut ini sejumlah hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi anak yang nakal:

1. Jangan Berikan Predikat Nakal

Memberikan predikat nakal pada setiap sikap aneh-aneh yang dilakukan si kecil bisa benar-benar berdampak pada psikologisnya.

Anak bisa merasa percaya bahwa dirinya memang nakal yang justru memotivasinya untuk selalu melakukan kenakalan.

Yang lebih membahayakan jika itu terus terbawa sampai ia tumbuh besar nantinya.

2. Jangan Mengeluh ke Anak

Saat si kecil melakukan sebuah kenakalan, orang tua mungkin akan merasa kesal. Ketika ini terjadi mungkin orang tua akan mengeluhkan kepada si kecil mengenai sikapnya.

Sebaiknya orang tua tak melakukan itu. Hal ini karena si kecil bisa merasa frustasi terhadap dirinya sendiri. Yang perlu dilakukan adalah cobalah untuk berbicara dengan halus tentang kenakalan itu.

3. Berikan Contoh yang Baik

Menasihati anak dengan memberikan contoh yang baik adalah cara yang sangat baik untuk diterapkan saat mendidik anak.

Masih sering terjadi orang tua yang menghadapi anaknya nakal namun mereka lupa untuk menginstrospeksi dirinya sendiri.

4. Dengarkan Alasannya

Orang tua bisa mendengarkan alasan anak mengenai apa yang dilakukannya sehingga ia bersikap nakal. Perlu diketahui, mendengarkan juga termasuk sebuah proses komunikasi yang penting.

Cobalah untuk mendengarkan alasannya, agar bisa memahami pemikirannya dan mencarikan cara lain yang bisa ia lakukan saat menghadapi situasi yang membuatnya nakal.

Artikel Rekomendasi

Tinggalkan Balasan