3+1 Cara Menumbuhkan Minat Baca pada Anak!

cara menumbuhkan minat baca anak usia dini

Cara Menumbuhkan Minat Baca Anak – Apa pentingnya membaca bagi anak sehingga selama berpuluh tahun para ahli begitu mencurahkan perhatian yang sangat besar untuk melakukan penelitian tentang membaca serta mengembangkan teknik-teknik membaca, termasuk bagaimana cara menumbuhkan minat baca anak sejak dini?

Salah satu rujukan yang bisa kita telaah adalah pendapat dari Paul C. Burns, Bett D. Rose, dan Elinor P. Ross dalam Teaching Reading in Today’s Elementary Schools, yang mengatakan bahwa:

“Membaca merupakan sebuah proses yang kompleks, tetapi setiap aspek yang ada selama proses membaca juga bekerja dengan sangat kompleks.”

Menurut buku tersebut, ada delapan aspek yang bekerja saat kita sedang membaca, yaitu:

  1. aspek sensori,
  2. persepsi,
  3. sekuensial (tata urutan kerja),
  4. pengalaman,
  5. berpikir,
  6. belajar,
  7. berasosiasi, dan
  8. afeksi.

Kedelapan aspek tersebut bekerja secara bersama-sama saat kita membaca.

Bahkan, ketika proses membaca berlangsung, seluruh aspek kejiwaan bekerja secara aktif. Dengan kata lain, ketika anak sedang membaca, sesungguhnya ia tidak hanya mengasah ketajaman berpikirnya, melainkan juga perasaan anak terasah sehingga secara keseluruhan ia mengembangkan kemampuan intelektual sekaligus meningkatkan kecakapan mentalnya.

Tak hanya itu, melalui membaca pula kita dapat melejitkan kemampuan otak anak, khususnya pada anak usia dini.

Sebuah penelitian juga menjabarkan bahwa membacakan buku (reading aloud) kepada bayi, tidak saja dapat menumbuhkan minat baca yang tinggi. Lebih dari itu, membacakan buku bisa meningkatkan kecerdasan anak dan bahkan dapat dipakai sebagai terapi untuk balita yang bermasalah.

Selain itu, ada manfaat lain ketika kita membaca buku kepada bayi, yakni bayi akan merasa kita sedang mengajaknya berbicara saat kita menceritakan buku kepadanya.

Diane E. Papalia dan Sally Wendkos Olds memaparkan dalam buku Human Development menerangkan bahwa pembicaraan yang ditujukan kepada anak (child directed speech) merangsang perkembangan bahasa mereka.

Sementara kecakapan berbahasa memengaruhi keterampilan berpikir dan kemampuan berkomunikasi anak, termasuk dalam mengungkapkan keinginan, gagasan, dan rasa ingin tahu.

Kecakapan berbahasa juga membantu perkembangan emosi anak menuju tingkatan yang lebih baik. Sebaliknya, anak-anak yang kurang memperoleh rangsangan bicara dapat mengalami keterbelakangan mental.

Alhasil, bila kita ingin menghadirkan generasi bangsa yang cerdas, maka langkah terbaiknya adalah dengan memberikan rangsangan komunikasi sejak dini, khususnya adalah dengan memberi bahan bacaan dan suasana yang enak untuk membaca sehingga anak memiliki kemampuan berpikir, berkomunikasi, serta kecakapan mental yang baik.

Pertanyaannya, kapan kita mulai memberikan pengalaman pra membaca kepada anak?

Hal ini dijawab dengan sangat baik oleh Penny Stanway, “Tidak ada kata terlalu cepat untuk mulai mengenalkan kepada bayi Anda pada dunia buku. Ia akan mulai mengenal bentuk dan warna dari usia yang sangat dini.”

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana cara mengenalkan metode membaca kepada anak? Masalah ini dibahas dengan sangat indah oleh David Elkind dalam The Hurried Child. Di sana, David menjelaskan bahwa hal terpenting yang perlu kita tumbuhkan pada anak bukanlah kemampuan membaca, tetapi minat.

 

Baca Juga: 10+1 Manfaat Membacakan Buku untuk Anak

 

Anak yang belum mampu membaca saat ia masuk SD, tetapi minat besar dalam membaca, jauh lebih memberi harapan dibanding anak-anak yang pada usia dini telah memiliki kemampuan membaca sangat bagus tetapi minat bacanya kurang.

Nah, sepertinya hal tersebut terjadi di negara kita.

Anak-anak kita memiliki kemampuan membaca yang bagus bahkan sebelum mereka menyelesaikan pendidikan di jenjang taman kanak-kanak. Akan tetapi, mereka tak memiliki gairah membaca maupun belajar secara umum saat berada di jenjang sekolah dasar.

Lebih ironis lagi, akibat rendahnya minat baca dan belajar, sekolah maupun orang tua harus berusaha ekstra keras saat anak-anak ingin ujian.

Lalu, apa yang harus kita lakukan?

mengenalkan anak dengan buku

1. Mengenalkan Anak Usia Dini untuk Tertarik dengan Dunia Buku

Sebagaimana kita tahu, perkembangan otak paling pesat terjadi pada rentang usia 0—6 tahun. Delapan puluh persen otak manusia dewasa bahkan ditentukan pada dua tahun pertama tersebut.

Sayangkan, pendidikan kita justru dirancang untuk usia enam tahun ke atas. Pendidikan prasekolah yang menggarap masa-masa sangat strategis ini, ironisnya kerap kali lebih mendasarkan pada apa yang bisa diterima oleh anak pada usia sesudahnya, sehingga pendidikan prasekolah cenderung kurang inovatif.

Padahal, pada masa inilah rangsangan belajar paling efektif dilakukan. Perlu beberapa dorongan dan olah inovasi yang bisa mengenalkan anak-anak usia dini agar tertarik dengan membaca dan dunia buku.

2. Merangsang Anak Usia Dini untuk Membuat Pola Baca

Kebiasaan membaca yang mulai ditanamkan kepada anak sejak dini akan membentuk pola baca baginya di fase selanjutnya.

Artinya, ia akan terbiasa membaca pada waktu-waktu yang cocok untuk dirinya sesuai dengan kebiasaan yang sudah dibentuk di masa kecilnya untuk akrab dengan dunia membaca.

Ada kalanya ia membaca ketika waktu luang, membaca sebagai penghapus rasa jenuh, bisa juga sebagai penghibur rasa bosan.

Kebiasaan yang telah meresap kuat membuat anak bisa menikmati bacaan kapan saja dan di mana saja. Anak mampu menemukan pengalaman bahwa membaca merupakan sesuatu yang sangat menarik dan memberikan banyak hal bermanfaat dan menyenangkan untuk dirinya.

Membaca menjadi keasyikan yang memukau dan membuatnya “ketagihan”. Di mana pun, meski banyak orang lalu lalang, anak tetap bisa merebut konsentrasi membaca karena ia sudah merasakan keasyikan.

3. Memperkaya Kosakata dan Melatih Imajinasi Positif Melalui Dongeng

Masa kanak-kanak adalah masa bermain dan mengembangkan daya imajinasi. Anak adalah pribadi yang sedang berkembang pesat menuju bentuknya yang mantap. Membacakan dongeng merupakan salah satu cara efektif untuk memberi pengalaman pramembaca sekaligus menanamkan nilai-nilai kebajikan dengan cara yang halus, elegan, juga asyik dan menyenangkan khas dunia anak-anak.

Membacakan cerita ataupun dongeng yang dilakukan dengan penuh kesungguhan sangat bermanfaat untuk membangkitkan perasaan positif anak.

Dengan demikian, anak bisa menikmati isi buku ketika orang tua, kakak, atau orang terdekat lainnya membacakan untuknya dengan suara yang keras. Perasan positif inilah yang akan mendorong untuk lebih cepat menguasai buku sehingga ketertarikannya terhadap buku sebagai piranti utama membaca tumbuh secara dinamis dan alami.

 

Baca Juga: 10 Manfaat Mengenalkan Anak dengan Buku

 

Selain itu, membacakan cerita melalui buku juga sekaligus memberi pengertian kepada anak bahwa buku bukanlah sekadar benda mati yang tidak memiliki ruh apa pun.

Sebaliknya, melalui pembacaan cerita, anak akan mengerti manfaat dan keuntungan membaca dan anak pun menjadi pribadi yang tumbuh menyayangi buku dan menghormati segala kandungan ilmu, imajinasi, juga pesan-pesan yang ada di dalamnya.

Selain itu, ditilik dari perkembangan kognitif anak, membacakan cerita untuk anak merupakan sarana yang tepat untuk mengayakan kosakata anak tanpa harus menyebabkan anak merasa terbebani.

Apa gunanya anak memiliki kosakata yang lebih banyak pada usia dini? Anak yang memiliki kosakata lebih banyak akan mampu memahami masalah dengan lebih baik, dapat mengkomunikasikan gagasan secara lebih terampil, serta terdorong untuk mengembangkan wawasan berpikir yang lebih baik.

Dengan melakukan hal tersebut, kita sedang menyiapkan generasi-generasi masa depan bangsa yang siap menjadi pemimpin yang tak hanya memiliki kemampuan berpikir yang baik, namun juga berkelakuan yang positif.

memperkaya kosakata anak

4. Membiasakan Anak Bergaul dengan Perpustakaan

Saat anak sudah keranjingan untuk berada di perpustakaan, menyukai kegiatan membolak-balik buku, menikmati dunia buku dan cerita yang memang menyenangkan untuk anak, tentu hal ini akan membawa dampak positif bagi anak dan perkembangannya di masa depan karena terjauhkan dari hal-hal negatif.


Demikian beberapa ide dan gagasan mengenai cara menumbuhkan minat baca anak usia dini. Semoga bisa mendapatkan wawasan dan inspirasi. Bila ada pertanyaan dan bahan diskusi, silakan lanjut di kolom komentar, ya. Dan jangan lupa, klik tautan berikut untuk mengetahui Cara Menulis Buku Anak.

Artikel Rekomendasi

1 Komentar

  1. […] Cara Menumbuhkan Minat Baca Anak Usia Dini Oktober 15, 2020 Cara Mengasah Bakat Menulis Buku […]

Tinggalkan Balasan