Cerita Dongeng Anak Sebelum Tidur: Kisah Pilihan Bernilai Pelajaran

Cerita Dongeng Anak Sebelum Tidur

Cerita Dongeng Anak Sebelum Tidur – Membacakan dongeng untuk anak adalah aktivitas yang menyenangkan. Orang tua bisa mendapat banyak manfaat dari kegiatan ini.

Di antaranya adalah orang tua bisa mengajarkan kepada si anak mengenai nilai-nilai budi pekerti, serta aktivitas ini bisa membantu orang tua beristirahat dari aktivitas seharian memantau si kecil yang terus-menerus berlarian ke sana kemari.

Manfaat yang lain adalah orang tua bisa menjadi rileks karena saat membacakan dongeng mereka juga mendapatkan hiburan dari cerita yang dibacakan. Serta lebih dekat dengan buah hati karena dengan aktivitas ini interaksi orang tua dengan si kecil jadi lebih intens.

Karenanya, ketika membacaan dongeng untuk buah hati usahakan mencarikan ia cerita yang menyenangkan. Serta, upayakan untuk membacakan dongeng untuknya disertai beragam ekspresi supaya cerita lebih hidup dan si kecil lebih paham.

Untuk orang tua yang sekarang sedang mencarikan dongeng untuk buah hatinya, berikut ini dongeng rekomendasi dongeng anak sebelum tidur:

 

1. Pulau Matahari

“Pada zaman dahulu kala, hiduplah kakak beradik yang baru saja ditinggal mati oleh ayahnya.

Saat meninggal, sang ayah mewariskan mereka harta yang begitu banyak jumlahnya.

Hanya saja sang kakak merupakan orang yang tamak lagi kikir. Pada akhirnya ia hanya membiarkan sang adik memiliki sebuah keranjang dan pisau sementara ia membawa seluruh harta ayah mereka.

Sang adik pun hidup miskin. Saking miskinnya, ia kemudian didatangi oleh seekor burung raksasa yang kasihan padanya. Sang adik pun kemudian diajak oleh burung raksasa untuk terbang ke Pulau Matahari.

Pulau Matahari adalah pulau yang penuh dengan bongkahan emas. Si burung raksasa, hanya memperbolehkan si adik mengambil satu bongkahan emas.

Ia menurut, kemudian mengambil satu bongkahan emas yang ada di sana dan lekas kembali bersama si burung.

Saat kembali, ia kemudian menjual emas iu dan hidup nyaman.

Sang kakak kemudian mendengar cerita tersebut. Saat itu pihaknya merasa sangat iri dan ingin mendapatkan bongkahan emas juga.

Ia akhirnya berpura-pura menjadi orang miskin, agar didatangi si burung raksasa.

Si burung pun akhirnya datang setelah sang kakak berpura-pura dan membawanya terbang ke Pulau Matahari.

Sama seperti adiknya, si burung juga berpesan agar hanya mengambil satu bongkahan emas saja.

Namun sang kakak yang serakah tak mengindahkan hal itu. Ia kemudian memunguti emas-emas di sana dan berencana mengambil seluruhnya.

Tanpa diduga, ternyata si burung telah pergi meninggalkan si kakak. Sang kakak akhirnya menyadari bahwa Pulau Matahari adalah pulau yang sangat panas.

Ia tak bisa mendapatkan makanan apapun di pulau itu meskipun pulau tersebut memiliki banyak emas.

Akhirnya, sang kakak mati karena kelaparan dan juga kepanasan.”

 

Hikmah dari cerita ini adalah agar anak belajar mengenai pentingnya untuk hidup tidak serakah.

 

2. Cermin Ajaib

“Suatu hari, hiduplah seorang raja bernama Granada yang tengah mencari seorang istri. Guna menemukan pasangan hidupnya, raja tersebut kemudian menggelar sayembara.

Para wanita saat mendengar kabar tersebut sangat bersemangat untuk mengikutinya.

Namun saat mengetahui prasyarat dari sayembara itu, mereka mundur.

Persyaratan yang diajukan raja adalah, barang siapa ingin menjadi istrinya, maka ia harus melihat ke dalam cermin ajaib yang mampu menunjukkan berbagai kebaikan dan keburukan seseorang di masa hidup.

Para wanita yang mundur dari sayembara itu khawatir cermin akan membongkar seluruh boroknya dan membuat ia malu.

Namun, tanpa dinyana ada satu orang wanita yang berani mengajukan diri. Ia merupakan seorang pengembala yang berasal dari keluarga kalangan menengah ke bawah.

Pihaknya berani melakukan hal itu bukan karena merasa ia tak memiliki dosa, akan tetapi dirinya berpikir bahwa tiap orang memiliki kesalahan.

Dan selama orang itu bisa memperbaikinya maka hal itu bisa dimaafkan.

Tanpa ragu dan takut perempuan tersebut kemudian melihat ke dalam cermin. Namun saat itu raja mengatakan bahwa itu adalah hanya cermn biasa.

Dirinya hanya menguji kepercayaan diri para wanita. Mereka pun akhirnya menikah dan bahagia selamanya.”

Dongeng Raja Granada ini adalah kisah dari Spanyol. Pesan moral dari cerita ini adalah memiliki kesalahan dan dosa adalah wajar namun yang terpenting adalah mau memperbaikinya.

 

Baca juga: Penerbit Buku Anak di Jogja yang Paling Sukses

 

dongeng anak

 

3. Kura-Kura yang Sombong

“Alkisah, pada suatu hari hiduplah seekor kura-kura yang begitu sombong dan merasa dirinya lebih pantas terbang dibandingkan berenang di perairan.

Dirinya sangat jengkel dengan tempurung yang dimilikinya karena itu hanya membuat tubuhnya berat dan tak bisa terbang.

Kura-kurang sering merasa kesal saat melihat teman-temannya berpuas diri hanya dengan berenang saja.

Dirinya makin merasa jengkel ketika melihat para burung bisa terbang di atas langit. Padahal menurutnya dirinyalah yang lebih pantas terbang.

Hingga pada suatu hari ia memaksa seekor angsa agar membuatnya bisa terbang. Angsa setuju kemudian mengatakan pada kura-kura agar ia berpegangan pada kayu yang diangkatnya.

Karena tangan kura-kura lemah maka ia memakai mulutnya supaya bisa berpegangan erat.

Saat melihat temannya sedang berenang, ia kemudian menyombongkan diri.

Namun ia lupa bahwa mulutnya harus terus dipakai berpegangan pada kayu. Karena itulah ia kemudian terjatuh dengan keras. Untungnya ia selamat karena memiliki tempurung yang tebal.

Padahal tempurung itu selama ini adalah sesuatu yang ia benci.”

Hikmah dari cerita ini adalah kesombongan akan mendatangkan petaka. Selain itu seharusnya kita selalu bersyukur atas apa yang kita miliki.

 

4. Petani dan Telur Emas

“Pada suatu hari, hiduplah seekor angsa yang bisa mengeluarkan emas setap harinya.

Angsa ajaib ini dimiliki oleh seorang petani dan juga istrinya yang hidup nyaman dan berkecukupan karena telur emas itu.

Namun suatu ketika sang petani terbersit sebuah ide kenapa dirinya tak mengambil seluruh emasnya sekaligus supaya menjadi kaya raya tanpa perlu menunggu telurnya keluar setiap hari.

Sang istri pun setuju. Mereka kemudian menyembelih si angsa dan membelah perutnya.

Namun mereka terkejut karena tak ada telur emas di sana. Yang mereka temukan adalah daging jeroan dan darah.

Menyadari kesalahannya petani dan istrinya menangis sesenggukan. Kini tak ada lagi sumber pengasilan.

Mereka kini harus bekerja keras untuk menyambung hidup.”

Hikmah dari cerita dongeng sebelum tidur itu adalah jangan serakah terhadap harta. Selain itu hikmah yang lain adalah kita harus banyak-banyak bersyukur dengan apa yang dimiliki.

 

***

 

Demikian cerita dongeng anak sebelum tidur yang bisa Anda praktikkan. Kisah-kisah ini kami pilih yang memiliki nilai positif saja, agar cerita dongeng anak sebelum tidur benar-benar bisa menjadi kisah yang layak untuk anak.

 

Artikel Rekomendasi

Tinggalkan Balasan