Kumpulan Cerita Lucu Anak Keren & Inspiratif!

Cerita Lucu Anak – Ada banyak jenis cerita yang bisa dibacakan untuk anak. Jenis cerita tersebut di antaranya adalah dongeng, legenda hingga cerita lucu.

Cerita lucu memiliki sejumlah manfaat, di antaranya adalah sebagai hiburan dan membuat pikiran rileks dengan memancing pembaca untuk tertawa.

Tak hanya untuk dewasa, cerita lucu juga bisa tersaji dalam wujud cerita anak.

Membacakan si kecil cerita lucu anak akan membuatnya merasakan kenyamanan dalam mendengarkan ataupun membaca cerita.

Hikmahnya tentu saja akan membuat pesan dalam cerita lebih tersampaikan dan mudah diingat oleh si kecil.

Berikut ini sejumlah cerita lucu untuk anak yang pastinya akan membuat si kecil happy:

 

1. Cicit si Tikus

cicit si tikus

Berikut ini cerita lucu Cicit si Tikus Kecil

Pada suatu hari di sebuah hutan, hiduplah seekor tikus yang sangat kecil.

Tikus tersebut merasa minder dan ketakutan dengan hewan-hewan lain saat hewan lain tersebut melintas.

“Kenapa badanku kecil sekali dan mereka lebih besar dariku. Apa yang harus kulakukan,” batinnya.

Cicit pun kemudian merenung di dalam rumah dan secara kebetulan ia melihat sebuah kain putih.

Ide jahil pun terlintas di benaknya.

Ia kemudian mengambil sebuah pena dan menggambar sepasang mata dan bibir pada kain tersebut hingga menyerupai hantu.

Dirinya kemudian mengenakan kain itu dan melintas di tengah jalan dekat rumahnya.

Awalnya hewan yang terperangkap dalam kejahilan Cicit adalah kelinci.

Kelinci tersebut lewat dan kaget saat melihat bayangan hantu.

“Hantuuu,” teriaknya sambil lari tunggang langgang.

Cicit mengintip sambil tertawa-tawa melihat reaksi kelinci.

Berikutnya ada rusa, hingga singa yang melintas di jalan itu. Mereka semua bereaksi sama dengan kelinci, kaget dan langsung lari ketakutan.

Tikus pun puas dengan reaksi ketakutan para binatang lain. Kini ia merasa berkuasa di wilayah itu karna hewan lain tak ada yang berani melintas.

Hingga pada suatu hari, angin badai melanda hutan. Akibatnya para hewan mau tak mau melewati jalan rumah Cicit.

Saat hendak melancarkan aksinya menakuti lagi, kain yang menutupi tubuh Cicit terbawa angin.

Ia pun akhirnya ketahuan.

Para hewan marah saat mengetahui hal tersebut. Namun Cicit kemudian memohon untuk diampuni dan berjanji idak mengulangi lagi kelakuannya.

Akhirnya Cicit pun dimaafkan.

Hikmah dari cerita ini adalah janganlah merasa rendah diri meskipun seseorang memiliki fisik yang kurang dari orang lain. Selain itu, tidak baik melakukan suatu kebohongan karena bisa merugikan orang lain.

Selain itu hikmah lainnya adalah mengajarkan si kecil untuk memaafkan sebagaimana yang dilakukan para hewan.

 

2. Lalat Lupa Nama

lalat lupa nama

Berikut ini cerita lucu tentang lalat yang lupa namanya.

Suatu hari ada seekor lalat yang begitu rajin dan sangat senang membantu orang lain.

Suatu hari, ia membantu sebuah festival. Saking fokusnya membantu acara ia tiba-tiba lupa akan namanya.

Lalat tersebut kemudian menanyai seorang wanita tua.

“Nenek, kau tau namaku?” tanyanya.

Si nenek menggeleng lantas meminta lalat untuk bertanya pada anak lelakinya.

Namun anak laki-laki si nenek juga menjwab tidak tahu. Ia kemudian meminta lalat untuk menanyai kapak di tangannya.

Lalat menghampiri si kapak untuk bertanya. Namun kapak juga menjawab tidak tahu.

Lalat pun terbang kembali dan bertanya pada setiap orang yang ia temui.

“Kuda, apa kau tahu namaku?” tanyanya.

Jawaban kuda pun tak memuaskan. Ia malah meminta lalat bertanya pada anak di dalam perutnya.

“Bayi kecil, apa kau tahu namaku,” tanya lalat pasrah.

Saat itulah si bayi kecil hanya menjawab, “la..la..la…”

Si lalat gembiraa.

“Oh kau benar. Namaku lalat. Terima kasih sudah mengingat namaku bayi kecil,” ujarnya.

Lalat akhirnya terbang pulang ke rumah dengan riang setelah kembali ingat namanya.

Hikmah dari cerita ini adalah meskipun membantu adalah perbuatan yang mulia, namun jangan lupa bersosialisasi dengan orang lain. Hal ini seperti lalat yang terlalu fokus membantu orang, malah tak ada satu pun orang yang tahu namanya.

 

3. Laki-Laki dan Kucingnya

kucing

Suatu hari hiduplah sepasang suami istri yang memiliki seekor kucing.

Sang suami sebenarnya sangat membenci kucing tersebut.

Setiap hari ia terus-terusan memikirkan bagaimana cara menyingkirkan kucing tersebut.

Akhirnya ia memutuskan untuk membuang si kucing beberapa blok dari rumah.

Mulailah ia mengangkat kucing itu dan meninggalkannya di sana.

Saat perjalanan pulang ia gembira karena tak akan lagi melihat si kucing.

Namun ia sangat kaget karena saat sampai di halaman rumah, si kucing telah kembali.

Ia kesal lantas memungut kucing itu lagi dan membuangnya ke tempat yang lebih jauh.

Ia begitu yakin si kucing tak bisa kembali.

Namun sayang, perkiraannya salah. Saat pulang ia kembali mendapati kucingnya sudah kembali ke rumah.

Ia lantas mengulangi tindakannya, esok, dan keesokan harinya lagi. Namun si kucing terus-terusan bisa kembali.

Hingga pada suatu hari ia sudah tidak tahan. Ia kembali membawa si kucing pergi jauh.

Kali ini ia mengendarai sebuah mobil dan membawa si kucing ke tempat yang sangat lebih jauh dibanding sebelum-belumnya. Tak hanya itu ia sengaja berputar-putar hingga menurutnya si kucing tak akan pernah lagi menemukan jalan kembali pulang.

Namun beberapa jam kemudian si suami tersebut menelepon istrinya dan menanyai istrinya apakah si kucing mereka sudah ada di rumah.

Si istri yang tidak tahu apa yang terjadi heran dan menjawab jika kucing mereka ada di rumah.

Kemudian si pria tersebut berkata, “Tolong, tanyakan pada kucing itu arah pulang, karena aku tidak tahu jalannya!”

Ternyata kali ini bukan si kucing yang tak bisa kembali akan tetapi justru si suami sendiri.

Hikmah dari cerita ini adalah mengajarkan pada si kecil agar tidak merencanakan hal jahat pada orang lain karena bisa terkena batunya sebagaimana yang dialami pria tersebut.

Selain itu, kisah ini juga bisa membantu orang tua untuk mengajarkan rasa kasih sayang pada hewan peliharaan.

4. Si Keledai dan Serigala

keledai

Suatu hari hiduplah seekor keledai bersama seorang buruh cuci.

Pada suatu malam si keledai dilepas untuk dibiarkan menikmati malam.

Keledai pun mendatangi sebuah ladang terdekat untuk memakan sayuran segar di sana.

Keledai melakukan hal itu pada setiap malam. Saat itulah ia mulai berjumpa dengan serigala dan menjadikannya teman.

Suatu hari, serigala mengajak keledai mengunjungi sebuah ladang lain yang penuh dengan mentimun segar.

Si keledai bahagia karena menemukan banyak sekali mentimun.

“Serigala aku sangat bahagia hari ini. Lihat bulan purnama itu, ia sangat cantik kan? Aku jadi ingin bernyanyi,” ujarnya.

Serigala mengatakan itu adalah ide buruk karena tidak seharusnya mereka berada di ladang itu. Sehingga suara keledai bisa membuat aksi mereka ketahuan.

Tapi si keledai nekat. Akhirnya serigala pun meninggalkan keledai dengan dalih akan berjaga jika si petani datang.

Tak beberapa lama kemudian petani datang dan membawa tongkat serta batu lantas memukul keledai dan melemparinya hingga lebam.

Keledai pun terluka dan berjalan pincang ke luar ladang.

Serigala pun kemudian menghampiri dan berkata, “Keledai kamu bernyanyi merdu. Tak heran petani memberimu hadiah,” ujarnya’.

Hikmah dari cerita lucu anak ini adalah jangan mudah percaya orang lain. Selain itu melalui cerita ini orang tua bisa mengajarkan anak bahwa tidak seharusnya melakukan perbuatan tidak terpuji dengan diam-diam mengambil sesuatu yang bukan haknya.

***

Demikian cerita lucu anak yang bisa didongengkan kepada anak setiap menjelang tidur atau setiap momen santai. Untuk membeli buku-buku cerita anak yang lucu, bisa langsung ke Penerbit Buku Anak terbaik di Indonesia, yakni Charissa Publisher.

Artikel Rekomendasi

Tinggalkan Balasan