7 Ciri Anak Broken Home: Penting untuk Kita Perhatikan Nih!

ciri anak broken home

Ciri Anak Broken Home – Kehidupan rumah tangga yang harmonis adalah dambaan setiap pasangan yang menikah. Namun karena satu dan lain hal, adakalanya hubungan yang dibangun dengan cinta harus mengalami goncangan saat di tengah perjalanan.

Goncangan-goncangan ini bisa menyebabkan kehidupan rumah tangga bagai di neraka yang berujung pada adanya perceraian.

Padahal, perceraian tak hanya berdampak pada pasangan. Namun saat pasangan telah memiliki anak maka perceraian akan ikut memberikan dampak pada buah hati mereka.

Anak broken home bisa memiliki kehidupan yang juga broken jika ia tak mendapat dukungan dari sekitar ataupun orang tua mereka sendiri.

Karena itulah ada baiknya kita mengetahui apa saja ciri anak broken home supaya kita bisa memberikan bantuan yang tepat kepada mereka.

Berikut ini sejumlah ciri anak broken home:

 

1. Pendiam

Salah satu ciri anak broken home yang paling sering terlihat adalah mereka cenderung pendiam. Karakter pendiam dari anak broken home ini bisa terbentuk akibat ia tak diizinkan memberikan pendapatnya.

Saat orang tua mereka bertengkar anak-anak ini tak bisa ikutan bersuara karena hal itu akan menambah keributan makin besar lagi.

Anak-anak broken home juga terbiasa menyembunyikan permasalahan kehidupan rumahnya kepada orang lain, inilah yang mengakibatkan mereka menjadi pendiam.

 

2. Menjadi Anak Unggul

Ciri berikut adalah ciri anak broken home yang positif. Pada anak broken home yang demikian biasanya mereka akan terlihat lebih unggul dengan pemikiran yang matang.

 

3. Bijaksana

Ciri positif anak broken home yang lain juga terkait bagaimana kebijaksanaan dirinya. Salah satu ciri yang bisa saja muncul pada anak broken home adalah mereka terlihat bijaksana bahkan melebihi umurnya.

Mereka terbiasa memilah apa saja yang mereka bicarakan dengaan orang lain, karenanya mereka cenderung terlihat lebih bijaksana dalam bersikap maupun bertutur kata.

 

4. Lebih Peka dan Peduli

Anak yang broken home kadang memiliki hati yang rapuh, namun di sisi lain ini membuat mereka kerap kali lebih peka dan peduli.

Hal ini mungkin timbul dari dorongan diri mereka yang kurang perhatian yang justru menumbuhkan kepekaan yang lebih pada dirinya dan tidak ingin orang lain mengalami hal serupa.

Hal ini bisa positif, namun juga bisa menjadi negatif yakni membuat mereka mudah ‘merasa’ pada sesuatu yang mungkin tidak perlu.

 

Baca juga: Cara Mengajak Anak Membaca Buku

 

5. Tidak Sopan

Meskipun tidak selalu, namun anak yang broken home biasanya memiliki ketidaksopanan yang kentara. Hal ini bisa muncul akibat mereka kurang mendapat pendidikan sopan santun dari orang tua yang seharusnya mendidik mereka.

Adakalanya pasangan ketika bercerai cenderung acuh dan bahkan meninggalkan anaknya dengan dalih mengobati luka batin mereka sendiri. Kasus lain, misal karena bercerai si ibu yang biasanya memberikan perhatian penuh harus bekerja ekstra sehingga si anak hanya ditinggal di penitipan dan ia kurang memiliki waktu dengan si anak.

Di sinilah salah satu peran orang-orang sekitar untuk membantu anak-anak broken home ini mengetahui mana yang boleh dan tidak.

 

anak broken home sedih

 

6. Kurang Percaya Diri

Hal ini biasanya muncul pada anak-anak broken home terutama pada mereka yang jauh dari ayahnya. Sosok ayah umumnya identik dengan menguatkan dan membantu agar si kecil menjadi percaya diri.

Pada anak-anak broken home yang jauh dari ayahnya sikap kurang percaya diri ini bisa muncul sehingga si anak tumbuh menjadi sosok peragu dan pemalu.

 

7. Cuek dan Tidak Peka

Kasus anak broken home tumbuh menjadi anak yang acuh tak acuh dan cenderung tidak peka biasanya muncul pada mereka yang jauh dari ibunya.

Hal ini karena mereka jarang mendapatkan perhatian dan contoh bagaimana seharusnya mereka memperhatikan orang lain. Akibatnya anak-anak ini bisa tumbuh menjadi tidak peka

 

Baca juga: Penerbit Buku Anak Terbaik di Jogja

 

Broken Home is Not Broken Life

Masih banyak stigma mengenai anak-anak broken home. Di antaranya adalah anak-anak broken home pasti adalah anak-anak bermasalah.

Stigma lain, anak broken home juga kerap disebut akan memiliki kehidupan yang broken bahkan saat mereka berumah tangga akan memiliki kemungkinan besar untuk mengulang perceraian yang terjadi pada orang tuanya.

Padahal, hal demikian tergantung dari si anak tersebut. Justru sebenarnya, anak-anak broken home adalah pejuang yang tangguh. Mereka belajar sejak dini bagaimana mereka bertahan hidup menghadapi situasi lingkungan yang tidak mendukung.

Anak-anak broken home biasanya juga justru sangat menghargai sebuah hubungan ketika mereka dewassa. Mereka tahu apa dampak kehidupan yang tidak harmonis seperti misalnya akibat perselingkuhan, atau akibat kekerasan. Hal demikian sangat meyakitkan, mereka sangat tahu itu. Sehingga mereka tak ingin hal serupa mereka alami kembali saat mereka menjalin hubungan dengan orang yang benar-benar mereka cintai.

 

Peran Penting Orang-Orang Sekitar

Orang-orang sekitar memiliki peran yang penting terhadap tumbuh kembang anak broken home. Orang-orang sekitar bisa membaantu dengan hadir menggantikan peran ibu ataupun ayah.

Tidak melulu terkait peran soal ‘nafkah’ ataupun kehadiran 24 jam. Jika memang tidak bisa melakukan itu, cukup sekedar menggantikan peran terkait menguatkan anak-anak broken home saat mereka sedih, memberikan nasihat-nasihat ketika bertemu, memberikan motivasi, mengarahkan atau menegur saat mereka salah hal demikian bisa sangat membantu dan berarti.

Bagi anak-anak broken home, hal demikian akan sangat berkesan dan mereka akan selalu mengingat bantuan-bantuan maupun perhatian-perhatian kecil yang diberikan orang-orang sekitarnya.

Artikel Rekomendasi

Tinggalkan Balasan