Ciri-Ciri Anak Tantrum: Kenali dan Temukan Solusinya

Ciri-Ciri Anak Tantrum

Ciri-Ciri Anak Tantrum – Saat anak memasuki usia 12 hingga 18 bulan orang tua mungkin akan mendapati anaknya kesulitan mengendalikan emosi saat ia kesal dengan sesuatu.

Kerap kali mereka akan terlihat keras kepala, menjerit, menangis, berteriak, membangkang, mengomel, marah, tak bisa ditenangkan bahkan sampai melakukan kekerasan.

Fase semacam inilah yang dinamakan dengan tantrum.  Anak-anak umumnya harus melewati fase ini hingga puncak usianya saat dua tahun.

Anak-anak yang mengalami tantrum biasanya keinginannya susah untuk dipenuhi dan mereka sangat sulit untuk ditenangkan.

Akan tetapi saat seperti ini orang tua tak perlu khawatir. Karena sebenarnya memang ini adalah proses dari tumbuh kembangnya.

Fase tantrum akan terlewati secara perlahan saat ia berumur empat tahun.

Lantas, sebenarnya bagaimana ciri dari anak tantrum?

 

Ciri-Ciri Anak Tantrum

 Usia anak tantrum biasanya akan selesai saat ia berumur empat tahun.

Ada sejumlah ciri-ciri yang menandakan bahwa anak tengah mengalami tantrum, berikut ini sejumlah ciri khasnya:

1. Merengek dan mudah sekali marah

Penyebab anak tantrum kerap kali tak dimengerti oleh orang dewasa. Biasanya mereka akan tiba-tiba merengek, meskipun beberapa saat sebelumnya mereka asyik bermain.

Tantrum juga ditandai dengan sifat anak yang mudah sekali marah saat keinginannya tak terpenuhi padahal menurut orang tua keinginan itu sepele.

Namun anak yang tantrum mereka akan marah dan merengek.

Yang perlu diwaspadai jika si kecil merengek sembari dirinya bergumam dan mencercau tak jelas.

2. Diam dan menahan nafasnya

Salah satu ciri anak tantrum adalah ia menahan nafas.

Ini adalah perilaku anak tantrum yang mengkhawatirkan. Mereka kerap kali melakukan ini karena tahu orang tua akan sangat khawatir.

Ketika si kecil melakukan ini mereka bisa saja pingsan karena kekurangan oksigen.

Untuk mengatasinya, orang tua bisa langsung menangkapnya saat si kecil menghentikan aksinya.

Agar si kecil tak mengulang perbuatannya, maka orang tua bisa menerangkan bahaya atas aksinya semacam ini saat kondisinya sedang tenang.

 

anak tantrum rewel

 

3. Tubuh menegang dan meronta

Anak yang tantrum, selanjutnya dicirikan dengan tubuh anak menegang saat ia akan mengamuk.

Mereka mungkin akan meronta ketika orang tua berupaya menenangkannya.

Untuk menghadapi anak yang demikian sebaiknya orang tua membiarkan si kecil meluapkan amarahnya terlebih dahulu.

Tentunya selama ia tak melakukan hal berbahaya seperti menyakiti diri sendiri atau merusak barang yang ada di sekitarnya.

4. Mengamuk

Anak yang tanrum juga dicirikan ia mengamuk dan berperilaku agresif. Ia mungkin akan berteriak-teriak sembari membanting barang di sekitarnya disertai tangisan yang keras saat keinginannya tak terpenuhi

5. Menyakiti diri sendiri

Adakalanya anak tantrum sampai menyakiti dirinya dengan cara memukul-mukulkan tangannya ke lantai.

Jika melihat anak seperti ini ketatkan pengawasan agar jangan sampai ia menyakiti diri sendiri terlalu jauh.

Pindahkan ia ke atas kasur atau permukaan yang tidak keras. Jauhkan benda-benda yang bisa dia lempar.

 

Sisi Positif Tantrum pada Anak

Meskipun anak tantrum adakalanya menjengkelkan, namun rupanya tantrum pada anak memiliki sisi positif.

Adapun sisi positif tersebut yakni:

1. Bisa mengatur emosi

Tantrum merupakan salah satu cara untuk menyampaikan kegelisahan sehingga ini bisa menjadi cara si anak melepas stress dan frustasi yang tengah dirasakannya.

Ketika tantrum mereka akan lebih memahami dirinya dan meluapkan perasaan ini akan membuatnya lega saat tantrum mereda.

2. Mereka merasa aman menunjukkan perasaan

Bisa jadi anak yang tantrum disebabkan ia memiliki penolakan pada sesuatu yang tidak ia sukai.

Tantrum ini mampu membuatnya mengenal macam-macam emosi termasuk frustasi di dirinya.

Saat anak selesai tantrum ketika ayah dan bunda berhasil menangani dengan cara tepat maka mereka akan merasa tenang dan nyaman dalam mengekspresikan perasaannya.

3. Bisa tidur nyenyak

Salah satu manfaat lain dari tantrum adalah anak bisa tidur dengan nyenyak.

Hal ini salah satunya karena ia berhasil melepaskan rasa frustasinya saat tantrum sehingga ia bisa tidur dengan nyenyak.

4. Anak lebih dekat dengan orang tua

Ketika anak tantrum dan orang tua bisa mengatasinya dengan baik, maka ini akan membuat hubungan orang tua dan anak semakin baik.

Anak akan merasa dirinya mendapatkan kasih sayang dari sikap orang tuanya.

Selain itu anak akan merasa orang tuanya bisa menerima bagaimanapun kondisi dirinya.

 

Baca juga: Penerbit Buku Anak Jogja Terbaik

 

Mengenali Penyebab Tantrum

Ada sejumlah asumsi terkait sebenarnya apa penyebab dari tantrum.

Pada usia 12-18 bulan anak belum mampu mengungkapkan perasaannya dengan baik sehingga tantrum pada usia ini adalah bentuk komunikasinya.

Tantrum pada usia 18 bulan sampai 2,5 tahun, pada usia ini kemungkinan balita akan cenderung manipulatif.

Saat usia ini cara mendidiknya adalah jangan memenuhi permintaannya sangat merengek. Hal ini karena bisa jadi ia akan melakukan hal manipulatif saat permintaan tak dituruti.

Cobalah lebih dulu untuk mengalihkan perhatiannya, atau memberikan syarat tertentu ketika kondisi seperti ini.

Artikel Rekomendasi

Tinggalkan Balasan