Cara Ampuh dan Teruji Mengatasi Anak Tantrum: Tips Penting Nih!

mengatasi anak tantrum

Mengatasi Anak Tantrum – Hal yang mungkin sangat tidak disukai orang tua adalah saat-saat anak mengalami tantrum. Kondisi tantrum pada anak memang menguras emosi apalagi saat orang tua sedang dalam kondisi lelah akibat berbagai hal seperti kecapean kerja, banyak pikiran, stress dan sebagainya.

Namun ingatlah bunda dan ayah, tantrum pada anak sebenarnya sesuatu yang normal muncul pada anak. Ingatlah selalu bahwa sudah banyak orang tua berhasil melewati ini, sehingga tentunya sebagai orang tua kalian juga akan bisa melaluinya.

Karena namanya juga anak-anak, mereka bukan boneka sehingga ada beberapa fase yang harus mereka lalui. Adapun fase tersebut salah satunya adalah tantrum.

 

Apa Itu Tantrum?

Tantrum merupakan ledakan emosi pada anak yang ditandai dengan sikap keras kepala, menangis, menjerit, berteriak, mengomel meskipun si anak berusaha ditenangkan. Pada beberapa kasus, bahkan si anak akan cenderung melakukan kekerasan.

Kondisi tantrum pada anak biasanya terjadi karena mereka mengalami tekanan emosional yang menyebabkan ia kehilangan kontrol fisik hingga tak bisa diam.

Usia normal anak yang mengalami tantrum biasanya berkisar pada usia 12 hingga 18 bulan dan mencapai puncak ketika si kecil berumur 2 tahun.

Pada usia ini si kecil ingin menunjukkan kepada lingkungannya ia bisa melakukan sesuatu namun sayangnya kemampuannya berbicara belum berkembang secara baik.

Hal inilah yang menyebabkan si kecil kemudian mengalami tantrum. Adanya rasa Lelah, lapar dan sakit kemudian akan memperburuk keadaan si kecil. Akibatnya ia makin sering mengalami tantrum.

Tantrum biasanya akan menghilang seiring bertambahnya usia si kecil. Adapun usia hilangnya tantrum pada si kecil biasanya pada usia sekitar 4 tahun.

Akan tetapi kondisi ini tak menutup kemungkinan akan muncul saat ia dewasa.

Pada usia dewasa tantrum yang muncul biasanya akan meledak akibat hal kecil yang membuat seseorang mengatakan hal yang menyakitkan. Kondisi  tantrum  ini memiliki motif yakni membuat keadaan di sekitarnya tak nyaman sampai ia mendapatkan apa yang diinginkan.

 

Fase Tantrum

Umumnya fase tantrum muncul dalam 5 tahapan yakni penyangkalan, kemarahan, tawar-menawar, depresi hingga penerimaan.

Tahap awal penyangkalan yakni si kecil akan sering menolak atau mengabaikan berbagai hal yang diucapkan orang tua.

Selanjutnya si kecil akan meluapkan amarah dengan berteriak, menangis hingga berguling di lantai sambil memukulkan kaki dan tangan ke lantai.

Nantinya saat berhasil dirayu maka akan ada tawar-menawar. Adapun yang menjengkelkan saat tahapan depresi. Saat itu si kecil akan mengeluarkan air mata terbaiknya.

Saat itulah orangtua jangan langsung merasa kasihan dan langsung mengiyakan keinginan si kecil.

Yang terakhir adalah tahapan penerimaan. Tahap ini bisa menimbulkan dendam jika tidak berakhir dengan baik.

 

Baca juga: Penerbit Buku Anak Jogja yang Sukses Banget!

 

Ciri Tantrum Berbahaya

Walau tantrum adalah sesuatu yang normal, namun orang tua harus waspada terhadap tanda ini.

Hal itu karena bisa jadi tanda berikut mengarah pada masalah mental si kecil. Jika muncul maka orang tua sebaiknya membawa si kecil pada ahli.

Adapun ciri dari tantrum yang berbahaya yakni:

1. Terlalu agresif kepada orang

Pada anak tantrum mereka akan mengalami ledakan emosi dengan berbagai tindakan agresif kepada orang-orang yang ada di sekitarnya.

Mulai dari memukul bundanya, melempari ayahnya dengan benda hingga menendangi berbagai hal di sekitarnya.

Hal semacam ini masih normal jika hanya terjadi satu hingga dua kali. Akan tetapi jika hal semacam ini terjadi sangat sering bisa jadi anak mengalami ADHD atau gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas, ODD atau gangguan perilaku anak atau gangguan mental lainnya.

2. Melukai Diri Sendiri

Tantrum yang patut diwaspadai selanjutnya adalah ketika si kecil sampai melukai diri sendiri. Perlukaan itu mulai dari menggigit anggota tubuhnya, menggaruk kulit sampai berdarah dan membenturkan kepalanya ke dinding.

Atau mereka menendang berbagai benda untuk menyakiti kakinya sendiri. Jika itu terjadi maka mungkin si kecil perlu dibawa ke psikiater anak karena bisa jadi ada gangguan depresi mayor.

4. Terjadi Terlalu Lama

Tantrum yang normal setidaknya terjadi rata-rata sekitar 11 menit. Selain itu orang tua juga tak perlu khawatir saat tantrum hanya berlangsung dalam satu waktu meskipun lama, kemudian besoknya hanya sebentar.

Yang harus diwaspadai jika tiap kali tantrum anak sampai lebih dari 25 menit. Maka jika ini terjadi sebaiknya periksakan si kecil.

 

cara mengatasi anak tantrum

 

Cara Mengatasi Anak Tantrum

Berikut ini sejumlah cara untuk mengatasi tantrum yang mungkin bisa diterapkan orang tua. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Berikan perhatian positif

Untuk mengatasi tantrum pada anak orang tua bisa memberikan perhatian-perhatian kecil pada apa yang dilakukannya.

Berikan pujian dan perhatian supaya si kecil merasa mendapatkan perhatian dari orang tuanya.

2. Upayakan si kecil melatih kendalinya

Orang tua bisa membantu si kecil melatih kendalinya dengan memberikan pertanyaan yang tidak mengarah pada hal-hal yang menuntut.

Sebagai contoh, orang tua bisa mengganti pertanyaan “kamu mau sikat gigi sekarang?” menjadi “kamu mau sikat sebelum atau sesudah mandi?”

Sehingga akhirnya si kecil akan merasa jarang merasa frustasi karena dipaksa melakukan sesuatu yang bukan keinginannya.

3. Alihkan perhatian

Dibanding merasa ikut frustasi saat si kecil tantrum, orang tua bisa mulai mengalihkan perhatian si kecil pada hal yang membuatnya tertarik.

Perhatikan keadaan sekitar saat ia menangis, carilah hal sederhana yang bisa membuatnya tertarik.

4. Biarkan ia melakukan hal yang disuka

Orang tua tak perlu mempermasalahkan hal sepele yang tidak penting seperti pilihan pakaian tertentu. Izinkan ia memilih. Asal tidak aneh-aneh dan membahayakan izinkan saja ia melakukan hal yang disuka.

 

Artikel Rekomendasi

Tinggalkan Balasan