6 Inspirasi Permainan Anak yang Mendidik: Bisa Dicoba Sekarang!

permainan anak yang mendidik

Permainan Anak yang Mendidik – Dibandingkan memberikan gadget untuk anak-anak, ada baiknya orang tua mengajarkan anak permainan tradisional.

Pasalnya, bermain gadget memiliki sejumlah efek negatif, di antaranya adalah terkait masalah kesehatan akibat si anak kurang gerak dan terlalu lama menatap layar gadget. Efek buruk yang lain anak cenderung menjadi anti sosial terhadap sekitarnya.

Karena itulah, ada baiknya orang tua mengajak dan mengajarkan anak-anak mereka permainan manual yang mendidik supaya mereka menjadi lebih aktif, serta membuat mereka banyak bergaul dengan anak-anak di sekitarnya.

Bagi orang tua yang saat ini tengah mencari ide permainan anak yang mendidik, berikut ini sejumlah permainan yang cocok dimainkan si kecil:

 

1. Dakon

Dakon atau yang disebut juga dengan congklak adalah salah satu permainan anak yang mendidik lantaran dengan memainkan permainan ini, anak akan belajar menyusun strategi. Sehingga permainan ini bisa melatih kemampuannya dalam berpikir.

Berikan papan dakon untuk anak yang memiliki 14 atau 16 lubang saling berhadapan dengan 2 lubang tambahan di bagian ujung.

Cara bermain dakon yakni masing-masing lubang yang saling berhadapan diisi dengan tujuh buah biji.

Nantinya pemain akan mengambil tujuh biji dari salah satu barisan lubang miliknya dan membaginya pada lubang baik miliknya maupun lawannya secara berurutan.

Pembagian dilakukan terus-menerus hingga biji habis. Jika biji habis tepat di lubang kosong milik sendiri maka ia bisa mengambil seluruh biji milik lawan yang ada di hadapannya.

Namun jika berhentinya di lubang kosong milik lawan maka tidak akan dapat apapun.

Permainan dinyatakan selesai jika sudah tidak ada lagi biji di lubang-lubang kecil pemain. Adapun pemenang adalah yang memiliki biji paling banyak di lubang besar yang ada di ujung yang merupakan miliknya.

 

2. Lompat Tali

Permainan lompat tali adalah permainan anak memanfaatkan karet gelang sebagai sarana permainan. Lompat tali merupakan permainan anak yang cukup mendidik dan cocok dimainkan anak-anak usia SD.

Ada beberapa hal yang bisa dipelajari anak-anak saat bermain lompat tali. Diantaranya adalah mereka akan belajar bahwa untuk mendapatkan kesenangan mereka perlu berusaha dulu. Untuk bisa bermain lompat tali, mereka perlu merangkai karet gelang sedemikian hingga. Baru setelahnya mereka bisa bermain.

Proses merangkai karet gelang ini juga melatih kemampuan motoriknya. Selain itu, saat bermain lompat tali si kecil juga akan belajar mengenai strategi bagaimana mereka bisa melakukan lompatan yang tepat.

Selain itu permainan ini juga akan membuat si kecil menjadi bergerak lebih aktif dan energik.

Permainan lompat tali bisa dimainkan oleh minimal tiga orang di mana yang dua berjaga memegang tali dan yang satu melompat.

 

Baca juga: Penerbit Buku Anak Terbaik di Indonesia

 

3. Gobak Sodor

Permainan anak yang mendidik selanjutnya adalah gobak sodor. Permainan ini memiliki sejumlah sebutan di antaranya adalah galah asin atau galasin.

Untuk bermain gobak sodor, bisa dimulai dengan menggambar kotak gobak sodor di atas tanah menggunakan kapur atau batu bata atau genting.

Selanjutnya minimal tiga anak melakukan permainan ini dengan membagi menjadi dua kelompok. Mereka adalah kelompok penjaga dan penyerang.

Kelompok penjaga bertugas mencegah kelompok penyerang lolos hingga melewati batas terakhir.

 

4. Sudah Manda

Sudah manda adalah salah satu permainan di mana anak akan bermain melompat dengan satu kaki melewati kotak-kotak yang digaris di tanah.

Saat bermain, si kecil perlu melempar ‘gacuk’ bisa batu bisa potongan kayu ke arah kotakan yang dibuat. Nantinya saat mengambil pemain perlu melompat dengan satu kaki melewati kotakan-kotakan yang ada

Permainan anak satu ini memiliki sejumlah manfaat di antaranya adalah melatih konsentrasi dan keseimbangan tubuh. Selain itu membuat anak menjadi aktif bergerak.

 

permainan anak

 

5. Petak Umpet

Permainan ini hampir ada di seluruh daerah di Indonesia.Permainan petak umpet dikenal dengan beberapa nama daerah. Di Jawa Tengah petak umpet memiliki sebutan lain yakni “Delikan”.

Permainan petak umpet bisa dimainkan setidaknya minimal tiga orang. Adapun cara bermain permainan ini yakni salah satu anak harus menjadi penjaga yang menutup matanya ke tembok hingga hitungan tertentu.

Nantinya anak-anak yang lain harus bersembunyi. Dalam bersembunyi si anak harus sudah berada di tempat persembunyiannya saat hitungan selesai. Anak yang menjadi penjaga, nantinya saat hitungan sudah usai maka ia harus mencari teman-temannya yang bersembunyi.

Jika ia melihat temannya yang bersembunyi, maka ia harus segera berlari kembali ketempatnya awal berjaga untuk berteriak ‘pembela’ sembari meneriakkan nama teman yang dilihatnya.

Permainan ini memiliki sejumlah manfaat, diantaranya adalah melatih si kecil untuk berpikir di mana kira-kira temannya bersembunyi.

Permainan ini juga bisa mengakrabkan setiap anak yang bermain.

 

6. Cublak-Cublak Suweng

Permainan cublak-cublak suweng bisa dimainkan oleh lima anak atau lebih.

Caranya mereka terlebih dahulu melakukan hompipah untuk menentukan siapa yang menjadi Pak Empo.

Pak Empo adalah anak yang berjaga di tengah dengan posisi telungkup.

Adapun anak-anak yang lain akan mengitarinya sambal duduk.

Anak-anak yang duduk melingkar akan diputar-putarkan batu kerikil di atas telapak tangannya sesuai iringan lagu cublak-cublak suweng.

Saat lagu sampai pada lirik “Sapa ngguyu delekake” maka biji diserahkan ke salah satu genggaman anak.

Nantinya Pak Empo akan bangkit dari posisi telungkupnya kemudian menebak siapa yang menyembunyikan batu.

Artikel Rekomendasi

Tinggalkan Balasan