Permasalahan Anak Usia Dini: Kenali dan Langkah Solusi

permasalahan anak usia dini

Permasalahan Anak Usia Dini – Anak usia dini adalah anak-anak yang belum genap berusia 6 tahun. Sebagaimana orang dewasa anak kecil yang masih masuk anak usia dini ini juga memiliki sejumlah masalah.

Akan tetapi, masalah pada anak usia dini tentunya berbeda dengan anak usia dewasa.

Munculnya masalah pada anak usia dini nantinya bisa mengganggu perkembangan si kecil. Namun kerap kali anak usia dini yang bermasalah sedikit lebih sulit untuk dibedakan dengan anak normal.

Lantas apa saja masalah pada anak usia dini?

Masalah anak usia dini terbagi menjadi beberapa masalah, berikut ulasannya:

 

1. Masalah Fisik

Sejumlah masalah fisik bisa saja muncul pada anak usia dini. Beberapa permasalahan yang muncul kemungkinan berkaitan dengan sistem koordinasi panca indra si kecil.

Contoh masalah fisik pada anak adalah masalah motoric. Masalah motorik terdiri dari 2 motorik kasar dan halus. Motorik kasar contohnya adalah terkait dengan kemampuannya duduk berlari atau naik turun tangga.

Sedangkan masalah pada motorik halus contohnya adalah kemampuannya saat bermain puzzle balok memasukkan benang ke dalam jarum.

Masalah fisik pada anak juga bisa disebabkan oleh kekurangan gizi. Anak kekurangan gizi mengakibatkan dia tidak tumbuh dengan baik. Seperti badan menjadi kerdil atau otaknya tidak berkembang maksimal.

Contoh lain dari masalah firik adalah masalah panca indra mengingat panca indra adalah organ yang penting. Seorang anak yang memiliki gangguan pendengaran misalnya, maka Ia akan mengalami kesulitan berbicara. Hal ini tentunya akan menyebabkan dia sulit untuk berkomunikasi dengan temannya.

Pada anak masalah fisik juga bisa disebabkan adanya penyakit. Serta bisa juga disebabkan oleh cacat tubuh pada anak.

Mengompol juga merupakan salah satu gangguan pada anak usia dini ketika Ia berusia lebih dari 3 tahun. Namun jika masih di bawah usia tersebut hal itu dianggap wajar.

Masalah lain pada anak usia dini yang termasuk gangguan fisik adalah kemampuannya dalam berbahasa. Hal ini bisa disebabkan oleh kurangnya kemampuan dalam mendengar.

Masalah lain adalah hiperaktif. Hiperaktif disebabkan oleh banyak hal. Salah satunya adalah ADHD atau gangguan pemusatan perhatian.

Masalah lain yang termasuk kategori fisik yakni kegemukan. Anak yang gemuk membuatnya susah untuk bergerak yang berakibat ia mengalami kesulitan ketika ingin berinteraksi dengan temannya.

 

anak usia dini nakal

 

2. Masalah Psiko Sosial

Masalah psikososial ini biasanya tidak permanen. Hal ini karena anak usia dini masih dipengaruhi oleh bagaimana lingkungannya.

Masalah psikososial pada anak usia dini contohnya adalah gangguan konsentrasi.

Masalah konsentrasi pada anak adalah saat ia tidak bisa fokus dalam memperhatikan sesuatu dan dia mudah terdistraksi. Akibatnya si kecil tak bisa menyelesaikan pekerjaannya. Ini dianggap masalah apabila terjadi terlalu sering.

Ciri gangguan konsentrasi diantaranya adalah bayi mudah bosan dengan mainannya, sering melamun saat mewarnai gambar, tidak rapi, saat mempelajari sesuatu dianggapnya sulit ia akan beralasan.

Masalah psikososial selanjutnya adalah terkait dengan bakat. Anak yang berbakat terkadang memiliki masalah dengan interaksi sosialnya. Pada anak berbakat mereka juga terkadang menemui masalah berupa harapan yang tidak realistis dari lingkungannya.

Kecerdasan juga adalah masalah psikososial selanjutnya. Beberapa anak memiliki kecerdasan yang kurang dibandingkan dengan yang lainnya. Hal ini bisa mengakibatkan terhambat saat mempelajari hal baru. Penyebab gangguan kecerdasan bisa diakibatkan sejumlah faktor seperti kurang tidur, kurang gizi, atau penyakit tiroid.

Masalah selanjutnya adalah terkait dengan emosi. Beberapa anak memiliki emosi yang tinggi dan sulit dikendalikan.

Masalah emosi diklasifikasikan:

  • Ia tidak mampu menunjukkan tingkah laku yang tepat pada situasi tertentu
  • Sulit untuk membangun hubungan pertemanan
  • Mudah sedih atau cemas karena hal-hal kecil
  • Memiliki gejala tertentu saat menghadapi masalah contoh Berkeringat dingin saat melihat bulu ayam

Berbohong, juga termasuk dalam masalah psiko sosial. Anak berbohong terkadang melakukannya untuk menghindari hukuman, tidak mau bertanggung jawab atas perbuatannya, dan ingin dipuji.

Apapun penyebabnya kebohongan bukanlah hal yang baik. Yang mengkhawatirkan adalah ia akan melakukannya secara terus-terusan hingga dewasa. Itu masalah yang harus secepatnya diatasi.

 

3. Masalah Eksternal

Masalah eksternal adalah masalah yang berasal dari luar diri sang anak. Diantaranya adalah keinginan anak yang tidak terpenuhi. Anak yang keinginannya tidak terpenuhi dia bisa melakukan perilaku yang merusak seperti membanting melempar barang-barang di sekitarnya.

Pada beberapa kasus anak-anak demikian tetap tidak menghentikan aksinya meskipun keinginannya telah terpenuhi. Mereka tetap membanting barang-barang walau sudah mendapat apa yang dinginkan. Jika ini terjadi mungkin penyebabnya adalah karena masih ada kekecewaan yang terpendam atau hanya untuk mencari perhatian saat perhatian yang kurang diberikan orang tuanya.

Masalah eksternal selanjutnya berkaitan dengan pola asuh. Anak yang dididik secara keliru tentunya memberikan dampak pada tingkah lakunya menjadi tidak baik. Contoh pola asuh yang tidak baik adalah kekerasan, otoriter, atau sering dilarang. Supaya tidak salah maka ada baiknya orang tua memiliki ilmu dalam mendidik anak.

Ruang lingkup si kecil yang terbatas juga menjadi salah satu masalah eksternal. Dia mungkin tinggal di area terbatas yang jauh dari teman-temannya sehingga ruang geraknya menjadi terbatas . Jika ini terjadi anak mungkin menjadi sulit bergaul, pasif dan kurang percaya diri.

Terlalu banyak tekanan juga bisa menjadi masalah eksternal yang lain. Anak yang terlalu mendapat tekanan biasanya tumbuh menjadi anak yang mudah depresi, sensitif, mudah ragu-ragu, murung dan susah bergaul.

Masalah yang lain salah satunya dia terlalu dimanjakan. Anak yang terlalu dimanja biasanya akan tumbuh menjadi anak yang tidak mandiri, egois dan juga keras kepala.

 

Cara Menangani Permasalahan Anak Usia Dini

Terlebih dahulu adalah mencari apa penyebab dari masalah si kecil tersebut. Untuk mencari penyebabnya bisa lakukan pembicaraan secara mendalam dengan si kecil atau meminta bantuan ahli seperti dokter atau psychiater anak.

Selanjutnya berikan Ia nasehat yang baik dan juga saran. Usia dini masih bisa dibentuk karakternya. Sehingga, Ia masih bisa diarahkan.

Yang bisa dilakukan selanjutnya adalah memberikan contoh yang baik. Pendidikan terbaik adalah suri tauladan, maka menangani masalah anak usia dini dengan car aini adalah yang terbaik.

 

Baca juga: Penerbit Buku Anak Terbaik di Jogja

 

Orang tua juga bisa melatih kemampuan kognitif anak agar dia bisa menghubungkan, menilai, mempertimbangkan suatu kejadian. Caranya adalah dengan mengajak si kecil berpikir secara kritis dan membuat keputusannya sendiri.

Mengatasi masalah si kecil juga bisa dilakukan dengan bermain. Bermain membuat si kecil akan merasa rileks. Bermain juga bisa membuat si kecil lebih sehat karena aktif bergerak.

Cara mengatasi masalah anak usia dini selanjutnya bisa dilakukan dengan meminta bantuan profesional tentunya apabila segala cara sudah berusaha dilakukan orang tua namun belum ada hasil.

Demikian pembahasan mengenai permasalahan anak usia dini. Semoga bisa menjadi bahan renungan dan inspirasi kebaikan untuk para orang tua.

Artikel Rekomendasi

Tinggalkan Balasan