5+1 Tips Semangat Menulis Buku Anak

Tips Semangat Menulis Buku Anak – Penulisan buku anak tampaknya terlihat sederhana. Tetapi, membangun semangat untuk menulis buku anak bukanlah suatu hal yang mudah. Ada beberapa kendala yang kerap dihadapi para penulis buku anak. Beberapa kendala ini kerap kali membuat seorang penulis baik yang masih tahap pemula maupun pro sekalipun, mengalami kemalasan.

Mentok dengan ide cerita, kesulitan memilih kata sederhana yang memahamkan anak-anak atau belum terbiasa untuk menulis buku anak, mungkin menjadi sejumlah kendala yang dialami penulis.

Menguraikan apa saja kendala selama proses penulisan dan mencari jalan penyelesaian bisa membantu membangkitkan lagi semangat untuk menulis buku anak.

Berikut ini sejumlah tips untuk membangkitkan semangat menulis buku anak, resapi dalam-dalam siapa tahu setelah ini gairah menulis meletup-letup lagi dan karya kita lekas terbit.

1. Pilih Genre Penulisan Sesuai dengan Passion

Meskipun menulis buku untuk kalangan anak-anak, ada baiknya kita tetap menulis berdasarkan passion dalam diri. Semisal passion kita adalah membaca dan menulis cerita fiksi, maka saat akan menulis tulislah cerita anak-anak bertemakan fiksi. Cerita anak bertema fiksi ini bisa dongeng, cerita daerah atau novel anak.

Pun jika memiliki passion melakukan riset penelitian, membaca jurnal atau memiliki ketertarikan pada hal-hal berbau pengetahuan. Memilih menulis buku bertemakan sains anak mungkin lebih cocok untuk kita lakukan.

Sebagai contoh, kumpulan percobaan sederhana anak-anak atau buku-buku bertema ‘how to’ bisa menjadi pilihan untuk penulis yang memiliki ketertarikan pada pengetahuan.

Menulis tanpa kepincut dengan tren yang ada, dan memilih berfokus pada passion bisa membuat tulisan lebih hidup. Tulisan lebih mudah mengalir karena kita memang menguasai.

Ujungnya, proses penulisan buku anak pun dapat dilakukan dengan penuh semangat.

2. Banyak Baca

Membangun semangat menulis buku anak, dapat dilakukan pula dengan kita memperbanyak bacaan. Meskipun tak melulu harus membaca buku khusus anak, akan tetapi memperbanyak bacaan buku anak, tentunya lebih membantu kita dalam proses menulis.

Membaca banyak buku bertema linier dengan apa yang akan kita tulis dapat memberi kita inspirasi dan semangat. Selain itu, dengan bacaan tersebut, kita dapat mempelajari teknik penulisan di dalamnya.

Hal lain kita bisa mencari celah kira-kira apa yang belum ada  dalam kebanyakan buku di luaran sana. Dengan begitu besar peluang kita menemukan pembeda buku kita dari yang sudah ada di pasaran yang mungkin bisa menjadi nilai jual tersendiri.

 

Selain itu, dengan memperbanyak membaca, kita juga bisa termotifasi untuk segera melakukan hal serupa dengan yang dilakukan penulis dari buku yang kita baca. Yakni, lekas merampungkan tulisan dan lekas menerbitkannya. Sukur-sukur termotivasi agar karya kita bisa bersanding bersama buku karya penulis favorit kita.

semangat menulis buku

3. Banyak Berinteraksi dengan Anak-Anak

Salah satu cara agar semangat menulis buku anak, adalah dengan banyak berinteraksi bersama anak-anak. Merekalah sasaran tulisan kita nantinya. Maka dengan berinteraksi kita bisa mengerti bagaimana menyampaikan kata-kata yang sekiranya bisa dimengerti oleh mereka.

Selain itu dengan berinteraksi, menulis juga lebih mudah. Hal itu karena kita memiliki gambaran nyata bagaimana anak-anak bersikap dalam kesehariannya. Itu bisa menjadi ide tersendiri bagi tulisan kita.

Jika tulisan itu bertema fiksi, hal ini juga bisa membantu kita semangat menulis dan membuat tulisan menjadi lebih hidup. Hal itu karena kita bisa membayangkan tokoh-tokoh fiksi dalam tulisan adalah si anak-anak yang kita kenal.

 

Baca juga: Cara Menulis Buku Anak: 19+1 [Panduan Super Lengkap!]

 

4. Jangan Berekspektasi Tinggi

Salah satu hal yang bisa menurunkan semangat menulis buku anak adalah saat kita dikecewakan harapan. Sah-sah saja untuk memiliki ekspektasi kita terhadap karya yang kita buat.

Tapi perlu diingat, tak semua hal di dunia ini berjalan sesuai ekspektasi. Saat nantinya buku anak kita dipasarkan ternyata penjualannya tak sebaik yang diharapkan jangan langsung patah.

Karena itu, bangunlah ekspektasi sewajarnya. Agar saat kecewa kita tak terlalu jatuh, sehingga mudah bagi kita untuk tetap semangat menulis lagi. Yang penting cobalah untuk konsisten dan menyetabilkan diri dalam berkarya.

5. Carilah Komunitas

Menjaga semangat menulis buku anak bisa pula dilakukan dengan bergabung bersama komunitas. Carilah komunitas penulis buku anak baik online maupun offline. Hal ini agar kita bisa saling menyemangati dalam berkarya.

Bukanah bergaul dengan penjual parfum kita akan ikut tertular wanginya? Karena itu, saat kita memperbanyak interaksi dengan para penulis buku anak, akan lebih mudah bagi kita untuk ikut terus menjaga semangat dalam berkarya.

6. Miliki Idola Penulis

Hal lain yang bisa dicoba adalah kita memiliki penulis buku anak yang kita idolakan. Dengan memiliki idola kita bisa termotivasi untuk setidaknya berkarya sebagaimana idola kita.

Memiliki idola tidak serta merta menjadikan diri kita harus sama dengan sang idola. Akan tetapi, dari idola tersebut kita bisa belajar mengembangkan diri dan membangun identitas diri.

Lebih baik lagi jika idola kita adalah penulis yang tak bosan untuk berkarya. Melihat bagaimana idola kita terus bersemangat akan membantu kita menjaga semangat menulis buku anak menjadi stabil.


Demikian pembahasan mengenai tips semangat menulis buku anak. Semoga bisa menjadi inspirasimu dalam berkarya.

Artikel Rekomendasi

Tinggalkan Balasan