Wrini Harlindi

Wawancara Penulis Buku Anak: Wrini Harlindi

Kali ini, narasumber kita adalah Wrini Harlindi. Ia suka membaca buku sejak mengenal huruf, dan menyukai anak-anak, lalu ia memilih jalan hidupnya untuk menjadi penulis cerita anak.

Menurutnya, bagaimana orang dewasa menjadi, sangat dipengaruhi oleh masa kanak-kanak mereka. Ia ingin memberikan sentuhan pada masa kecil anak-anak pembaca bukunya, agar mereka tumbuh menjadi orang dewasa yang lebih baik.

Wrini telah menulis beberapa cerita anak di beberapa majalah cetak, dan melahirkan lebih tiga puluh enam buku serta masih ada beberapa lagi yang sedang dalam proses terbit. Lahir di Kota Batu yang sejuk dan tenang, Wrini sekarang tinggal di Bekasi bersama keluarganya. Wrini bisa disapa di FB dengan nama yang sama, dan di Instagram @harlindi.wrini.

Simak wawancara kami dengannya berikut ini.

 

Gimana Rasanya Jadi Penulis Buku Anak?

Menyenangkan! Karena saya suka membaca, dan suka anak-anak. Gabungan keduanya sungguh menyenangkan.

 

Seberapa Penting Kualitas Penulis Buku Anak?

Sangat penting. Dulu, guru saya menyarankan untuk membaca sedikitnya sepuluh buku untuk menulis satu buku. Membaca buku bukan hanya untuk mengetahui selera pasar, dan penerbit, tetapi juga untuk membuka wawasan.

Penulis juga perlu untuk selalu mempelajari hal-hal baru terkait genre yang dipilihnya.

Pada saya, yang saya lakukan adalah diskusi dengan teman-teman psikolog anak, membaca jurnal-jurnal psikologi perkembangan, mengikuti seminar dan webinar parenting dan psikologi, dan kegiatan lain semacam itu.

 

Siapa Sih yang Pantas Menjadi Penulis Buku Anak?

Siapa saja dengan integritas yang tinggi, dan kemauan untuk terus belajar. Karena nilai-nilai dalam diri dan pengetahuan yang diperoleh akan muncul dalam buku yang ditulis.

Anak-anak seperti spons yang menyerap dengan cepat apapun yang mereka temui, lihat, dengar, dan baca.

Di sinilah diperlukan integritas penulis, agar nilai yang disebarkan dalam tulisannya adalah nilai-nilai yang mengutamakan kemanusiaan dan kebaikan.

 

Ceritakan Bagaimana Proses Kreatifmu dalam Menulis Buku Anak

Saya biasanya memulai dengan observasi kepada anak-anak yang saya temui. Baik di sebuah kesempatan, di pusat perbelanjaan, anak sendiri, atau para keponakan.

Lalu, saya mulai membaca jurnal psikologi dan buku-buku cerita anak yang ada–bila sudah ada–terkait pengamatan yang saya lakukan. Dari kegiatan ini kemudian menyempit menjadi sebuah topik untuk buku cerita anak.

 

Baca Juga: Penerbit Buku Anak Paling Berkualitas di Indonesia

 

Apa Saja Buku Anak yang Sudah Kamu Tulis?

  • Kumpulan Cerita tentang Hewan Peliharaan
  • Seri Dongeng 5 menit
  • Seri Aku Suka membantu
  • Seri Aku Mengasihi
  • Kumpulan Cerita Kasih sayang
  • Kumpulan Cerita Putri Tangguh
  • Kumpulan Cerita Ulangtahun Teristimewa
  • Kumpulan Cerita Rahasia Anak Perempuan Keren
  • Seri Cerita Natal
  • Seri Aku Suka Membaca
  • Seri Cilukba
  • Seri Rescue Cars

Berapa Lama Biasanya Menulis Satu Buku Anak

Antara dua hari sampai 1 minggu. Risetnya yang lama. Bisa 1-2 bulan.

 

Kesulitan Apa yang Dialami Ketika Menulis Buku Anak?

Apa ya? Rasanya kok nggak ada …

 

Darimana Biasanya Mendapat Ide untuk Menulis Buku Anak?

Dari mana saja. Melihat sebuah benda, mendengarkan sebuah percakapan, menghidu sebuah bau, membaca sebuah buku, memperhatikan tingkah laku, percakapan anak-anak. Apa saja, sih.

 

Apa Peran Penting Editor bagi Seorang Penulis Buku Anak?

Penting banget! Editor itu buat saya adalah pintu untuk mengenal dan bekerjasama dengan sebuah penerbit, dan wajah serta karakter sebuah penerbit.

 

Apa Harapan Kamu untuk Dunia Penerbitan Buku Anak di Indonesia?

Harapan saya ke depan, penerbit semakin gencar melakukan inovasi marketing buku anak bersama penulis, sehingga buku anak–terutama buku anak penulis Indoensia semakin di kenal dengan lebih luas.

Mengingat masih ada saja kalangan masayarakat yang baru mengetahui bahwa kulaitas buku cerita anak buatan penulis Indonesia tidak kalah bermutu, tidak kalah bagus, dan menarik dengan buku cerita anak luar.

 

Apa Saja Judul Buku Favoritmu? Mengapa Kamu Menyukainya?

Buku-buku cerita anak tulisan Enid Blyton, buku-buku tulisan Roald Dahl, David Williams, Dorothy Edwards, komik Herge, komik Goscinny, dan Uderzo, buku-buku  Arleen, A, dan buku-buku Watiek Ideo.

Sarat dengan imajinasi, petualangan, klasik dalam artian bisa dibaca oleh generasi lintas zaman, benar-benar memahami anak-anak, hasil riset yang teliti, dan kecintaan akan Indonesia.

 

Siapa Penulis Anak Favoritmu? Mengapa?

Enid Blyton, Roald Dahl, David Williams, Dorothy Edwards, Astrid Lindgren, Arleen A, dan Watiek Ideo.

Mereka lucu, berwawasan, imajinatif, konsisten, dan berani.

Wrini Harlindi

Kalau Kamu Berkesempatan untuk Memiliki Penerbitan Buku Anak Sendiri, Apa yang Akan Kamu Lakukan?

  • Menerbitkan buku cerita anak dengan beragam topik.
  • Mengundang penulis buku cerita anak secara teratur untuk brain storming.
  • Mengadakan launching buku sesuai dengan topik, event, bekerja sama dengan pihak-pihak yang bisa saling menguntungkan.

 

Pesan untuk Para Penulis Pemula agar Menjadi Penulis Buku Anak yang Memiliki Kualitas dan Kekhasan?

Temukan motivasimu, konsisten, dan banyak-banyaklah membaca.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *